epilog

830 60 44
                                        

Retha terbangun dari mimpinya, mimpinya begitu panjang. Rerha bermimpi saat dia masih menjadi siswi di SMA Garuda. Ia menjadi teringat masa-masa mudanya dulu. Masa SMA dimana masa yang paling indah.

Masa-masa saat mentalnya sangat terpukul dan mengetahui fakta bahwa Shindi adik tirinya. Namun banyak memori yang sangat indah juga. Memori saat dia bertemu dengan suaminya sekarang yaitu Jevano.

Siapa sangka teman kecil Retha yang selalu menjaga Retha itu lah yang akan menjadi pendamping hidup Retha.

Retha melihat Jevano yang masih tertidur pulas disampingnya, Retha mengukirkan senyumnya saat melihat pemandangan yang menurut Retha indah, yaitu dengan melihat suaminya tertidur.

Retha memutuskan untuk bangun dari tempat tidurnyaa dan menyiapkan sarapan untuk Jevano juga kedua anaknya. Retha memiliki dua anak yang tumbuh besar dengan penuh kasih sayang penuh dari Retha juga Jevano.

Januar adalah anak pertama Retha juga Jevano, Januar memiliki sifat seperti Jevano yang pendiam dan selalu menjaga Rere adiknya. Rere anak kedua Retha dan Jevano yang memiliki sifat seperti Retha yang tosak bisa diam dan sangat Aktif.

"Jev, aku anter bang Januar sekolah dulu ya" ucap Retha membangunkan Jevano

"hari sabtu ko sekolah?" tanya Jevano dengan nyawa yang belum terkumpul penuh

"cuma sebentar doang ko pengenalan alam katanya. Yaudah aku berangkat dulu, itu udah aku siapin sarapan sama tolong Rere yaa dia belum bangun" ucap Retha

"yaudah, biar Rere sama aku aja ya" ucap Jevano mengecup kening Retha

"aduuuh ngapain cium-cium lo belum sikat gigi!" protes Retha

"bawel banget, udah sana nanti telat" ucap Jevano dan Retha berpamitan kepada suaminya itu kemudian keluar kamar yang dimana Januar sudah menunggunya.

***

Retha melihat Januar yang sedang bermain bersama teman sekolahnya itu tersenyum karna melihat perkembangan anaknya itu. Namun fokus Retha buyar saat ponselnya berdering karna ada nontifikasi pesan masuk.

Retha kembali menaruh ponselnya dan fokus melihat Januar yang sedang membantu teman wanitanya itu, ah Retha benar-benar melihat sosok Jevano kecil di Januar, selalu menolong juga membantu temannya, dan sekarang Retha sangat merindukan masa kecilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Retha kembali menaruh ponselnya dan fokus melihat Januar yang sedang membantu teman wanitanya itu, ah Retha benar-benar melihat sosok Jevano kecil di Januar, selalu menolong juga membantu temannya, dan sekarang Retha sangat merindukan masa kecilnya.

Seselesainya urusan Retha dengan sekolah Januar, Retha mengemudikan mobilnya menuju rumahnya yang terlertak disalah satu perumahan di daerah Jakarta. Retha melihat jalanan dengan mendengarkan radio yang berputar.

Retha memarkirkan mobilnya dihalaman rumah yang ia dan Jevano beli saat sebelum mereka menikah, jika diingat ingat lagi Retha ingin kembali kemasa itu masa dimana dunia seakan milik mereka berdua. Jevano melamar Retha didepan teman-temannya dengan pantai sebagai pemandangan.

/flashback on/
Sore itu, Caca mengajak Retha yang sehabis pulang berkerja untuk menemani Caca kesebuah pantai untuk melakukan photoshoot. Tanpa pikir panjang Retha langsung mengiyakan sahabatnya itu.

Retha  [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang