6

567 74 2
                                        

Setelah kejadian semalam, Retha langsung menaruh ponselnya dan mencoba tertidur. Dan Retha berhasil tertidur pukul 3pagi. Sekarang sudah jam 6.30 dan Retha langsung bergegas untuk bersiap berangkat kesekolah. Didepan cerminnya, Retha melihat dengan jelas ada luka yang Sari berikan semalam, bekas ikat pinggang yang Sari lucuti kebadan Retha. Retha langsung mengambil cardigan tilis miliknya untuk menutupi luka dibagian lengannya tersebut. Tak lupa, Retha juga memberikan bibirnya concealer agar terlihat pucat dan tak ada guru yang menyuruh Retha untuk membuka cardigan tersebut karna guru akan mengira Retha Sakit.

"ih gila, pinter juga gua pake concealer di bibir biar pucet" ucap Retha membanggakam dirinya

"yaa daripada sama guru disuruh lepas cardigan, mending gua pake concealer aja" ucap Retha pada dirinya sendiri, setelah siap Retha langsung menuruni tangga dan mengambil sehelai roti yang ia lumuri dengan selai strawberry favoritnya itu

"Retha? Kamu sakit? Ko pucet banget?" ucap Aksa pada anak angkatnya tersebut

"hmm gak ko pah Retha gapapa" ucap Retha

"gak uah kamu manjain si Retha mas, paling juga cuma kurang istirahat kerjaannya main terus" ucap Sari

"udah ya pah, mi Retha berangkat. Ayo Ji cepetan"  ucap Retha dengan menyentil pelan kepala Aji tersebut

"kakak, sakit tau. Udah pah, mi Aji juga berangkat ya" ucap Aji

Melihat kedua anaknya sudah keluar, Aksa berbicara pada Sari

"kamu jangan gitu sama Retha, dia anaknya ceria banget kaya gitu. Kenapa kamu kaya gitu sama anak sendiri sih?" ucap Aksa

"masih pagi, aku males bahasnya. Kamu udah sarapannya kan? Biar aku ambilin dasi" ucap Sari dan langsung meninggalkan Aksa dan mengambil dasi milik Aksa di kamar.

Sebenarnya, Retha belum berangkat. Retha masih ada di depan pintu untuk mengambil kunci motor. Retha mendengar semuanya dan Retha tak habis fikir dengan apa yang Sari ucapkan.

"woi mana kun- lo kenapa?" tanya Aji yang atang dari belakang Retha

"hah? Enggaa Gapapa. Udah ayo nanti gua telat" ucap Retha

"ya siapa suruh lu gak sama kak Jev" ucap Aji

"gak enak sama gebetannya" ucap Retha asal

"kak Jev punya gebetan?!" tanya Aji

"ga tau, gua ngasal. Udah ayo cepet Aji" ucap Retha

Perjalanan menuju sekolah bersama Aji terasa cepat karna Aji benar-benar menancap gas dengan kecepatan maksimum. Retha turun dari motor dah langsungemberikam helm pada Aji.

"nih helm lu, besok-besok lu jadi pembalap aja deh ya? Ngebut banget" ucap Retha sambil membenarkan rambutnya

"bawel, usah gua jalan dulu" ucap Aji

"ati-ati Ji" ucap Retha kepada adiknya itu

Diperjalanan menuju kelas, sorot mata tertuju pada Retha. Yang di tatapnya hanya mengerutkan dahi bingung

"kenapa pada ngeliatin gua deh? Cakep kali ya gua?" ucap Retha pada dirinya sendiri

"Reth, lu sakit?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari depan Retha

"eh Zaidan, gaak kok gua gak sakit. Kenapa emang?" jawab Retha

"bibir lo pucet" ucap Zaidan sambil menunjuk bibir Retha

'oiya gua kan pake concealer, harus pura-pura sakit gaksi biat gak pada nanyain?" batin Retha

"gak kok gapapa Dan" ucap Retha

Retha  [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang