Sepanjang perjalanan menuju rumah Omi Karel, rasanya Azeta ingin mual karna melihat Agatha yang begitu manja pada Karel di jok depan, dengan Karel yang menyetirnya. Sedangkan ia dan Juno duduk di jok belakang, begitu berisik hingga tak menyadari pertengkaran kecil tiba-tiba antara Agatha dan Karel.
Setelah satu jam perjalanan sampailah mereka di rumah Omi Karel. Mereka semua turun kecuali Agatha karna ia sedang kesal pada Karel. Mereka pun disambut oleh keluarga Karel. Ominya, Mamanya juga adik perempuannya.
"Ini pacar kamu, Rel?" tanya sang Mama saat ia mencium pipi Azeta. Karel, Juno dan Azeta terkesiap. Namun Karel kemudian tertawa.
"Enggalah, Ma. Berasa homo Karel klo pacaran sama dia." katanya yang dibalas tatapan kesal Azeta dan tawa garing Juno.
"Ish, kamu nih, ngga boleh gitu." Sang Mama memelototinya. Karel hanya terkekeh.
"Yaudah yuk, masuk dulu." sang Mama mempersilakan mereka masuk.
"Lo berdua masuk duluan aja. Gue bareng sama Agatha." suruh Karel pada kedua sahabatnya. Mereka pun masuk sedangkan ia menghampiri Agatha.
🌻🌻🌻
"Please, Ma... Sehari aja." Mohon Ocha, adik Karel yang masih sepuluh tahun merengek ingin ikut Karel.
"Trus nanti kamu nginep dimana? Kontrakan Mas Karel tu cowok semua." ujar sang Mama khawatir.
"Klo nginep dirumah lo gimana, Zet?" tanya Karel.
"Boleh dong, boleh banget." jawab Azeta cepat, membuat Agatha menaikkan sebelah alisnya dan menatap Zeta tak suka.
"Dia bisa nginep di rumah Zeta, Ma. Kontrakan Zeta kan sebelahan sama kontrakan Karel." ujar Karel. Mama Karel menatap Zeta.
"Ngga papa, Zet?" tanyanya tak enak.
"Ngga papa, Tante. Dirumah juga cuman ada Zeta sama Kakak Zeta." jawab Zeta.
'Sama pacar Kakak Zeta juga sih, kadang-kadang.' tambahnya dalam hati.
"Yaudah, klo gitu jangan ngerepotin mbak Zeta lho, Cha." pesan Mama Karel yang telah mengijinkan Ocha ikut dengan mereka.
"Yeaayyy..." Ocha melonjak senang. Setelah menginap sehari di rumah Omi Karel, mereka pun akhirnya pulang.
🌻🌻🌻
"Halo, mbak." Ocha yang tengah menelpon Zeta terdengar menangis.
"Iya, Cha. Kenapa?"
"Mas Karel ada ngga? Dia ditelponin ngga diangkat-angkat."
"Mmm... Coba Mbak liat ke kontrakannya dulu." Azeta pun beranjak dari kamarnya menuju kontrakan Karel.
"Iya, Mbak. Mama kecelakaan, masuk rumah sakit." katanya sesenggukan.
"Apa?! Oke, oke Mbak cari Mas Karel dulu ya..." Azeta pun berlari dan menutup telepon tersebut.
"Zet," Vania, pacar salah satu teman Karel kaget akan kedatangan Zeta yang tergesa-gesa itu.
"Karel ada ngga?" tanya Zeta.
"Ada dikamarnya kayaknya." jawab Ijul, salah satu penghuni kontrakan ini.
"Masuk aja, Zet." Keanu, penghuni yang lain mempersilahkan. Azeta pun memasuki kontrakan tersebut dan menuju kamar Karel. Ia tahu Kamar Karel karna dulu memang sering ke sini.
Sesampainya di depan kamar Karel yang pintunya tertutup, Azeta tanpa pikir panjang segera membukanya. Lupa bahwa ada penghuni lain di kamar itu.
"Rel," matanya langsung membelalak kaget saat melihat Agatha yang telanjang berada diatas Karel.
