tiga puluh lima (past X)

3.9K 122 4
                                        

Akhirnya Azeta bersuara.

"Tadinya." Jawab Juno dingin. Mendengarnya membuat Azeta mencelus.

"Gue minta maaf, Jun. Gue ngga bermaksud-"

"Sejak kapan, Zet?" tanyanya dengan hati teriris. Azeta pun duduk.

"Sejak Karel putus sama Agatha pertama kali."

"Lo berdua emang tolol mampus, sih!"

"Ya. Gue tau."

"Apa Karel maksa lo?" Azeta menggeleng.

"Terjadi gitu aja, Jun. Kita berdua mabuk."

"Lo ada perasaan sama Karel?" Azeta menggeleng. Ia berbohong. Juno mendengus tertawa. Tidak habis pikir.

"Lo tolol, Zet."

"Gue emang tolol sih." aku Azeta. Mereka saling pandang lalu tertawa.

"Tolol... Tolol." Azeta tersenyum, tak keberatan karena benar ia bodoh. Lalu mereka mendengar suara derap langkah seseorang.

Mereka menoleh dan mendapati Karel menghampiri mereka. Cowok itu duduk disamping Azeta.

Mereka diam cukup lama. Hingga Juno bersuara.

"Kesini karna Ijul?"

"Lo juga?" Karel balik bertanya namun Juno tak membalas.

"Gue pikir-pikir, gue memang keterlaluan." aku Karel.

"Nggak usah pakek dipikir lo emang keterlaluan." sahut Juno. Karel tidak marah, ia malah tersenyum.

"Goblok!" makinya pada diri sendiri.

"Emang lu goblok." Juno mengiyakan. Azeta tersenyum. Ada kelegaan melihat kedua sahabatnya ini kembali akur walaupun masih canggung.

"Maafin gue, Zet." pintanya kemudian. Azeta mengangguk walaupun ia bertanya-tanya Karel meminta maaf untuk apa? Kata-katanya yang menyakitkan atau karena menidurinya?

"Gue juga minta maaf, Jun." ucapnya pada Juno kemudian. Karel memang cukup gentle walaupun berengsek.

"Gue juga." balas Juno. Azeta meraih tangan Karel di satu sisi, dan tangan Juno di sisi lain. Ia membuat keduanya bersalaman. Ketiganya pun mencair meskipun tidak seluwes sebelumnya.

Azeta yakin, Juno dan Karel akan kembali akur seperti semula lagi. Ia sedikit lega meskipun masih memikirkan nasib janin yang dikandungnya, juga perasaannya pada Karel. Tapi bagaimanapun, ini keputusannya. Ia akan menyembunyikan hal ini pada Karel entah sampai kapan.

Jadi, ia banyak-banyak memandangi kedua sahabatnya itu sebelum ia benar-benar menghilang. Terlebih Karel, ia akan sangat sangat merindukannya.

Dua hari setelah mereka berbaikan, Azeta dan Alena diam-diam berangkat ke Manchester tanpa diketahui siapapun kecuali Kakaknya Aletta. Bahkan oleh kedua orang tuanya. Sejak saat itulah Karel dan Juno tidak pernah bertemu dengan Azeta hingga 9 tahun kemudian.

*****

Guys, sambil nunggu beautiful accident update bisa baca ceritaku yang judulnya que sera sera yaa... Coba dulu siapa tahu ketagihan baca hihihi

beautiful accidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang