chapter 33

111 17 0
                                    

hai gaisssss apa kabarr, maaf banget yaaa baru upload lagi terakhir upload itu 2019.
kira-kira masi ada yg nungguin cerita ini upload ga siii jujurr?....
aku udah lama banget ga buka wattpad, sampe lupa punya tanggung jawab atas cerita yang aku bikin sendiriiii huuuuhh 😭😭😭
ini aku coba berusaha inget inget sama cerita ini jujur aku udah agak lupa sama konsep cerita ini kaya gimanaaaa, tapi aku masi mau untuk nyelesain biar kalian bisa lega sama ending dari cerita inii....
sekali lagi maaf yaa sudah bikin kalian menunggu ☹️☹️😭😭

happy reading gais jangan lupa vote dan komen yaa... kalian boleh tanya tanya juga dan bakal aku jawab
.
.
.

"mang tolong buka pager nya" mark berteriak di luar pagar rumah orang tua nya
"siap den"
mark memasuki perkarangan rumah sambil mendorong sepedah nya
"waduh den ko ujan ujanan nanti di omelin ibu loh"
"lagi pengen mandi ujan mang" mark membiarkan sepedah nya tergeletak begitu saja di lapangan rumah nya
"mang di dalem ada siapa?"
"kosong den yang lain pada keluar"
"oke makasi mang"
mark berjalan lemas ke arah pintu utama rumah orangtua nya, tubuh mark basah di guyur hujan saat memasuki ruang tamu mark diam sesaat, lalu melepas sepatu yang ia kenakan. "bi saya minta tolong ambilin handuk" mark berteriak
"bii"
"bibii oh bibii" mak teriak lebih keras
"iya den sebentar" suara teriakan bibi terdengar dari arah dapur, saking lelah nya badan dan pikiran nya, mark terkapar di atas lantai marmer membuat lantai tersebut basah oleh badan nya sendiri. "den ini anduk nya" bibi memberikan anduk dan mark buru-buru masuk ke dalam kamar untuk mandi dan berganti pakaian. "den mau bibi masakin air panas ngga?" bibi berjalan mengikuti mark "kan ada water heater bi" ucap mark "lohh iya ya den, lupa saya" bibi menggaruk kepala yang tidak gatal "bi tolong bikinin saya indomi kari pake telor 2 ya" ucap mark seraya membuka pintu kamarnya. "baik den".
.
.
.
hari ini bener-bener lelah mark yg tadinya berniat ingin mandi tiba-tiba terkapar di bawah lantai, mark menutup matanya menggunakan lengan kanan.
meongg... meongg... meongg...
agmarri mendekat ke sisi kanan mark,  kaki kucing tersebut bergerak berusaha membangunkan mark dari posisi tiduran nya. "jangan dekat-dekat agmarri, aku basah kuyup" ucap mark yang masih berbaring sambil menutup matanya
meongg... meong... meongg...
mark merubah posisi tidur nya menghadap agmarri dan membuka matanya "ada ap-" belum sempat menyelesaikan ucapan nya mark langsung duduk sigap membenarkan pakaian nya "mark buru mandi nanti masuk angin" ucap yeri seraya  mengambil agmarri ke dalam gendongan nya.
"ye..... ye.... ye.... ri?" ucap mark sedikit gagu
"iya mark" yeri masih menatap agmarri di dalam gendongan nya
"apa benar ini yeri?" mark masih tidak percaya dengan yang ia lihat
"iya ini aku yeri" yeri masih fokus dengan agmarri
"tatap aku dulu baru aku percaya kalo kamu yeri" mark masih tidak percaya
"mandi atau aku yg mandiin kamu!!" ucap yeri dengan sedikit nada tinggi menatap mark yang masih tidak percaya dengan apa yang iya lihat
"oke okee aku mandi sekarang"
mark buru-buru masuk ke kamar mandi. di luar kamar mandi yeri tersenyum bangga memenangkan situasi ini.
.
.
.
TBC

See Me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang