Kasih Sayang Kakaknya

546 76 34
                                        

"Hentikan omong kosongmu itu Kim Jisoo!"

"Jennie-ya.. kau masih tidak mengerti apa yang kukatakan?"

"Aku tahu kau berbohong!"

"Untuk apa aku berbohong padamu! CEO Eunha itu adalah-"

Jennie menghempas tangan Jisoo. Pergi meninggalkan keempat orang itu dan masuk ke dalam rumahnya.

"Ya! Jennie!"

"Jisoo cukup! Apa yang kau lakukan!?"

"Apa yang kulakukan!? Aku hanya ingin memberitahunya jika aku-"

"Kau sangat sopan berbicara dengan orang yang lebih tua darimu?"

"Lebih tua? Ck! Kita seumuran, Song Minho!"

"Seumuran? Hahahaha tidak lucu, lalu kenapa kau masih sekolah? Bukankah seharusnya kau sudah kuliah? Wajahmu juga terlalu muda untuk kuliah, dan kenapa beberapa saat yang lalu kau memanggilku dengan sebutan oppa?"

"Kau memotong ucapanku! Aku ingin memberitahu yang sebenarnya dan kau-"

"Sudah cukup. Lalu untuk apa aku dan Chaeng kesini? Hanya melihat kalian bertengkar? Begitu? Aku lelah, sial!"

Mino yang melihat Lisa marah langsung pergi sembari mendorong cepat Lisa dan Rosé masuk ke dalam. Jisoo mengikuti mereka dibelakang, menahan air matanya yang sedari tadi ingin jatuh.

***

"Yeoboseyo, Jisoo-ya"

"Nde, eomma?"

"Bagaimana kuliahmu hari ini? Menyenangkan?"

"Sudah berapa kali eomma menanyakan hal yang sama kepadaku?"

"Tentu saja, eomma mencari kampus terbaik disana, buatlah eomma bangga, Jisoo-ya"

Jisoo terdiam, kalau saja ibunya tahu jika dia tidak kuliah disana, ibunya pasti sangat kecewa.

"Tapi.."

"Tapi? Tapi apa?"

"Ah tidak, tidak apa-apa eomma"

"Jangan aneh seperti itu, kau baik-baik saja disana kan?"

"Ya, aku bahkan lebih baik-baik saja dari hari-hari sebelumnya"

"Wae? Apa yang membuatmu senang? Apa kau.. sudah punya kekasih? Astaga, eomma sudah menunggu ini sedari dulu, kenalkan pada eomma"

"Aish! Bukan! Aku tidak punya kekasih"

"Dengar Jisoo-ya, kau adalah anak kesayangan eomma, kau harus-"

"Bagaimana dengan adikku? Apa.. kau juga menyayanginya?"

"Kim Jisoo? Sudah berapa kali eomma bilang jangan membahas orang itu!"

"Bukankah dia juga anakmu, eomma? Kau pasti menyayangi-"

"Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini!? Eomma hanya mempunyaimu! Kau anak tunggal! Ingat! Jangan pernah menyebutnya lagi!"

"Bagaimana bisa.. eomma menyuruhku dengan mudah melupakan adikku?"

"Dia membunuh ayahmu! Dia tidak pantas bersama kita!"

"Aku tahu eomma, dia membunuh Appa tapi.. dia adikku! Dia tetap adikku dan sampai kapanpun aku tak akan pernah melupakannya! Aku menyayanginya eomma!"

"Apa yang telah membuatmu berani melawan eomma!? Apa kau ingin seperti dia juga!?"

"Aku sudah lama ingin membongkar semua ini! Kau menyakitiku! Kau tidak tahu betapa sakitnya aku harus menerima jika Jennie tidak mengenalku! Aku sangat sakit ketika mendengar bahwa Jennie pergi menghilang dari rumah! Kau sangat tega dengannya! Bagaimana dia hidup sekarang!? Dia baik-baik saja!? Atau dia tidak baik-baik saja!? Kau tidak tahu! Aku menyayangi Jennie! Aku tahu dia adalah gadis pembunuh sekarang! Tapi dia adalah gadis kecil yang baik bagiku! Apa kau tahu betapa sakitnya aku saat kau mengantarku pergi ke Australia agar tidak bertemu Jennie lagi!? Apa kau kira karena aku masih kecil saat itu tidak mengerti!? Aku mengerti semuanya eomma, aku mengingat semuanya! Apa kau tidak ingat siapa yang menyebabkan Jennie menjadi seorang pembunuh!? Itu kalian! Kalian sangat bodoh begitu percaya dengan ramalan sialan itu! Berkat sumpahmu Jennie benar-benar menjadi pembunuh! Persetan dengan ramalan itu! Kau lah penyebab dari semuanya!"

"Kim Jisoo.. kau-"

"Apa!? Apa kau juga ingin aku pergi!? Apa kau juga ingin mengatakan aku bukan anakmu lagi!? Terserah, bodoh! Aku tidak peduli dengan semua itu!"

"Apa yang telah kau katakan Jisoo-ya!! Kau benar-benar-"

"Sejak kau memberitahu bahwa Jennie membunuh Appa, aku berhenti sekolah dan langsung kembali ke Korea! Kau tidak tahu semua itu! Betapa berjuangnya aku untuk melanjutkan sekolahku disini tanpa membutuhkanmu! Betapa berjuangnya aku mencari Jennie! Mati-matian aku berusaha mencari Jennie! Jennie sangat berharga untukku! Jikapun aku harus mati demi Jennie, aku akan melakukan semua itu! Aku sangat menyayanginya! Kau tidak tahu rasa sayang seorang kakak kepada adiknya! Kau tidak tahu betapa sayangnya aku pada Jennie! Dan.. selama 2 tahun aku tidak sia-sia mencarinya, aku menemukannya! Aku bertemu dengannya! Apa kau sudah puas!? Memisahkan seorang kakak dan adik!? Tidak apa-apa, aku telah bertemu dengannya, aku telah bersamanya sekarang. Dan aku tidak akan pulang ke rumah, aku ingin bersama adikku. Apa kau takut dia akan membunuhku? Hahaha, dia tidak akan membunuh orang yang mempercayai dan menyayanginya, sialan!"

Jisoo mematikan teleponnya, lalu menghela napas.

"Jisoo.."

Jisoo terkejut, saat mendengar suara isak Jennie di belakangnya. Ia berpaling, terlihatlah Jennie dan yang lainnya, lalu Jennie berlari memeluk dirinya.

"Unnie.. maafkan aku.."

*

*

*

*

*

Yasss

Maaf telat dikit :)

Ketauan deh :D

Hihi

Voment🖤

🖤😽

PsychopathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang