Pertemuan Sekian Lamanya

395 60 14
                                        

"A-apa yang kau katakan? Katakan sekali lagi!"

"Jennie unnie, tenanglah, aku tahu kau tidak-"

"Tidak! Tidak mungkin!"

Jisoo terkejut melihat adiknya menangis, ia tahu pasti akan seperti ini pada akhirnya. Ia menghampiri Jennie lalu memeluknya dengan erat.

"Jennie-ya, kau tidak boleh seperti ini, kau ingin sembuh, bukan? Kau harus kuat, kau harus menerima keadaanmu yang sekarang, kau juga harus melawan sisi lainmu itu, percayalah padaku"

"Tetapi.. bisakah aku melawannya? Bisakah.. aku sembuh?"

"Kau pasti bisa, aku tahu kau tidak akan menyerah begitu saja. Mulai besok, kita akan memulainya"

"Memulai?"

Jisoo menatap Lisa sembari tersenyum tipis, Lisa mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Kau tahu, Jennie unnie? Kami sudah sepakat untuk ini, kami sudah merencanakan hal ini. Aku mempunyai seorang teman, dia akan membantumu, dia pasti akan membantu menyembuhkanmu"

***

"Wae? Ada apa menghubungiku lagi?"

"Ya! Kim Jisoo! Kembalilah ke rumah! Jangan percaya pada adik sialanmu itu! Kau-"

"Jangan pernah memanggilnya dengan sebutan sialan! Kau tidak pernah sekalipun menyadari siapa yang salah disini!"

"Sadar? Hahaha, eomma sudah merawatnya dan apa yang dia lakukan? Dia membunuh ayahmu!"

"Merawatnya? Cih, nyatanya kalian menyiksanya! Dia membunuh Appa karena ulah kalian sendiri! Betapa bodohnya kalian percaya dengan ramalan itu!"

"..."

"Kenapa? Kenapa kau diam, eomma? Benar, bukan? Kalianlah orang dibalik semua ini! Kalianlah yang membuat Jennie menjadi seorang pembunuh!"

Jennie menatap takut pada Jisoo, sangat mengerikan jika Jisoo berbicara keras seperti itu. Jennie mendekat, memberi isyarat seolah-olah dia ingin berbicara pada CEO Eunha.

"Biarkan aku yang berbicara.. unnie"

"Y-yeoboseyo.. e-eomma?"

"Kau bukan anakku! Jangan pernah memanggilku eomma!"

"A-aku tahu.. aku tahu itu sangat mustahil jika kau kembali menganggapku sebagai anakmu. Aku tidak apa-apa jika kau membenciku, menyakitiku, mengatakan hal buruk padaku, tidak menyayangiku, aku tidak apa-apa, eomma. Aku hanya.. ingin mengatakan sesuatu padamu, meskipun kau tidak akan mengubah pikiranmu. Bisakah.. kau memaafkanku untuk hari ini saja? Aku.. aku benar-benar tidak bisa.. aku tidak bisa membencimu, aku menyayangimu, aku.. merindukanmu, eomma. Aku mohon.. untuk kali ini saja, aku merasakan kasih sayangmu padaku"

Hening, hanya terdengar suara isakan Jennie dan CEO Eunha. Jisoo tahu, bahwa ibunya pasti juga merasa rindu pada Jennie.

"Eomma, bisakah.. kita bertemu? Aku berjanji, aku tidak akan melakukan hal apapun, aku hanya.. ingin melihat eomma lagi, aku benar-benar merindukanmu"

***

Disini mereka berada, duduk di tepi sungai Han saat hari mulai gelap. Jisoo menemani Jennie untuk bertemu ibu mereka. Jennie terus menunduk, ia takut jika ibunya langsung membawa dirinya untuk bertemu polisi. Seakan tahu apa yang dipikirkan adiknya, Jisoo menarik Jennie ke dalam pelukannya.

"Jika dia melakukan hal tidak-tidak padamu, tenanglah, ada unnie disini, aku tidak akan membiarkannya membawamu kemanapun"

"Apa.. eomma akan memaafkanku? Aku tidak berharap dia memaafkanku, aku hanya ingin memeluknya.. untuk yang pertama kalinya"

Dengan sekuat tenaga Jisoo menahan air matanya, jika ia sedari dulu mencari Jennie, mungkin Jennie tidak akan pernah merasa kesepian.

Setelah beberapa saat, terlihatlah seorang wanita paruh baya, sedang berjalan ke arah mereka.

"Jisoo-ya"

Deg..

Jisoo berpaling, menatap dingin CEO Eunha. Sedang Jennie tetap diam dipelukan kakaknya. Jisoo menatap Jennie, seolah-olah menyuruhnya untuk berdiri di hadapan CEO Eunha.

"Sudah datang? Aku kira kau tidak akan datang menemui anak perempuanmu ini"

CEO Eunha sama sekali tidak menatap Jennie, ia menatap kecewa pada Jisoo yang ia anggap sebagai anak satu-satunya itu.

"Apa alasanmu mau bertemu dengan kami? Apa ada sesuatu yang kau rencanakan? Apa kau membawa polisi untuk membawa adikku? Tidak akan, aku tidak akan pernah menyerahkan adikku pada-"

PLAAAKKKK

"Beraninya kau seperti ini pada eomma!? Kau pikir eomma tidak kecewa atas semua yang kau bohongi pada eomma!? Kau sungguh keterlaluan Kim Jisoo! Kau berbohong pada eomma hanya karena pembunuh ini!?"

"Aku bilang adikku bukan seorang pembunuh! Kaulah pembunuh sebenarnya! Apa kau pikir aku juga tidak kecewa atas apa yang kau lakukan pada adikku!? Apa aku tidak kecewa atas segala siksaan yang kalian berikan pada adikku!? Jangan berbicara seolah-olah kau yang paling benar disini! Sadarlah dengan apa yang selama ini kau lakukan! Dengan tidak sengaja kau membuat kedua anakmu menderita!"

"Apa eomma pernah membuatmu menderita!? Eomma memberikan segalanya padamu! Eomma sengaja memisahkan dirimu dan adik sialanmu ini agar dia tidak melukaimu!"

"Dan nyatanya kalian yang melukainya! Apa kau kira aku tidak menderita karena aku berpisah dengan adikku!? Jennie adalah segalanya! Apapun itu, sekolah, uang, maupun nyawaku sendiri, Jennie lebih penting bagiku! Tanpa kau sadari, kau juga menyakitiku karena telah memisahkan diriku dengan Jennie!"

"Eomma! Unnie! Sudah cukup!"

*

*

*

*

*

:)

Butuh spoiler?

(👩‍👧‍👧         👭 🙎)

Jangan terlalu percaya

Nanti kecewa :)

Voment

PsychopathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang