Memberitahu Segalanya

453 67 16
                                        

"Yeoboseyo, CEO Eunha?"

"Nde, nuguseyo? Tunggu.. suara kau seperti-"

"Benar, aku Chaeyoung"

"Ada apa? Apa terjadi sesu-"

"Ini benar-benar mendesak, bisakah kami datang ke gedung perusahaanmu?"

"Eoh? Boleh saja, tetapi.. untuk apa?"

"Kau.. kau ingin berkorban untuk Jennie, bukan? Inilah saatnya, kita merekam secara langsung didalam perusahaanmu, mengatakan hal yang sebenarnya"

CEO Eunha yang sedang sibuk dengan laptopnya, berhenti seketika saat mendengar ucapan Rosé.

"Apa.. kau setuju dengan rencana kami, CEO Eunha?"

"B-baiklah, aku setuju. Kalau begitu.. datanglah sekarang"

***

Jennie sedang bersantai didepan televisi, memindah saluran tv yang sedari tadi menampilkan gambar yang sama.

"Kenapa semua saluran menampilkan ini semua? Aku sungguh bos-"

"Tunggu, bukankah itu gedung perusahaan Kim JY? Perusahaan eomma! Jisoo eonnie, kemarilah!"

"Ada apa?"

"Lihat ini! Ini gedung perusahaan eomma, bukan?"

Jisoo langsung duduk disamping Jennie, menampilkan wajah serius.

"Kembali lagi dengan saya, membawakan siaran langsung mengenai CEO perusahaan besar Kim JY. Ada yang ingin disampaikan olehnya, silahkan"

"Saya CEO Eunha, pemilik perusahaan besar Kim JY. Dengan saya disini, ingin menyampaikan sesuatu hal, tentang anak saya, Kim Jennie"

Jennie terkejut, melihat CEO Eunha menyebut dirinya, lalu bertatapan dengan Jisoo.

"Kim Jennie, adalah gadis yang disebut pembunuh 2 tahun yang lalu. Ya, itu adalah anakku. Saya disini hanya ingin menyampaikan yang sebenarnya, bahwa anak saya.. tidak bersalah"

Orang-orang yang melihat siaran langsung itu pun mulai marah dan tidak terima.

"Apa apaan ini? Bisa-bisanya dia mengatakan anaknya tidak bersalah?"

"Lalu bagaimana dengan para korban yang sudah terbunuh?"

"Apa dia sudah tidak waras?"

"Anaknya tetap bersalah karena telah membunuh banyak orang!"

"Seorang CEO perusahaan besar ternyata sangat bodoh"

Jennie terus menatap wajah CEO Eunha di televisi, air matanya menetes begitu saja.

"Apa yang kau lakukan, eomma?"

Jennie bergegas pergi dari sana tanpa menghiraukan Jisoo yang terus memanggilnya.

"Saya tahu, kalian tentunya tidak terima saya berkata jika Jennie tidak bersalah. Tetapi.. memang itulah yang sebenarnya. Sepertinya saya harus membongkar semuanya disini, agar tidak ada yang salah paham ataupun menghina anak saya"

"Anak saya lahir pada 01 Januari. Saya memberikannya nama Kim Jennie. Ingin percaya atau tidak, saat hari itu, ada sebuah ramalan yang muncul begitu saja saat kami menggendong Jennie. Ramalan itu berkata, jika seorang anak perempuan yang lahir pada tanggal 01 Januari, ia akan menjadi seorang pembunuh. Apa kalian mengira ini adalah halusinasi saja? Tidak, awalnya saya juga tidak percaya, tetapi ramalan itu benar-benar nyata"

"Ramalan itu kemudian menyuruh saya untuk memberikan sebuah sumpah pada Jennie. Sumpah itu berisikan agar saya menyuruh dan menyumpahi Jennie harus menjadi seorang pembunuh jika sudah besar. Saya melakukan itu agar anak saya tidak menjadi orang jahat jika ia besar, tetapi salah, seharusnya saya tidak memberikan sumpah itu padanya. Ramalan itu menyuruh kami menyiksanya dengan terpaksa agar ia tidak menjadi seorang pembunuh. Dan saat dia besar, dia benar-benar menjadi seorang pembunuh karena sumpah itu, dan karena siksa yang dilakukan secara terpaksa itu"

"Lalu, apa Jennie patut disalahkan? Sayalah yang seharusnya disalahkan, saya penyebab dari semua ini, biarkan saya yang bertanggung jawab atas semua kejadian ini, biarkan Jennie mendapatkan perawatan medis agar gangguan mentalnya bisa kembali. Sekali lagi, saya mohon maaf atas segalanya, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada kalian semua, saya akan bertanggungjawab dan menyerahkan diri ke kantor polisi"

"Eomma! Berhentilah! Jangan seperti ini! Biarkan aku yang menyerahkan diri ke kantor polisi! Aku yang salah! Aku telah membunuh banyak orang! Apa yang kau lakukan sialan!"

"Jennie-ya, maafkan eomma, ini demi dirimu, seumur hidupmu eomma tidak pernah berkorban untukmu. Eomma mohon, kali ini saja"

"Andwe eomma! Tidak! Aku yang salah!"

"Maafkan eomma, ini adalah keputusan terbaik untuk-"

"Keputusan terbaik!? Itu keputusan buruk, sialan! Katakan padaku, siapa yang memberikan ide sialan ini!"

Jennie berpaling, menatap Mino, Rosé, dan Lisa dengan tatapan marah.

"Apa yang kalian lakukan! Apa kalian yang memberi ide buruk ini!? Apa yang kalian lakukan sialan! Kalian benar-benar keterlaluan!"

"Jennie-ya, ini semua kami lakukan demi-"

"Demi diriku!? Omong kosong, saekiya! Mino-ya, apa yang kau lakukan? Chaeyoung, Lisa? Aku kecewa pada kalian!"

Bukk

Jennie memukul perut Mino sampai terpental, lalu menatap Rosé dan Lisa dengan tajam.

"J-jennie tenanglah, ini-"

Plakk

Brukkk

Lisa dan Rosé tersungkur akibat tamparan dan dorongan Jennie. Jennie ingin menghajar mereka kembali tetapi CEO Eunha menghalanginya.

"Jennie, berhentilah! Ini semua adalah keinginan eomma! Eomma yang meminta agar mereka membantu eomma! Berhentilah!"

"Sialan! Minggir atau aku akan menghajarmu juga!"

Jennie tidak bisa terkendali, sampai akhirnya Jisoo datang dan mendekapnya kuat.

"Jennie, kumohon.. berhentilah, mereka tidak bersalah, mereka hanya-"

"Omong kosong..  bagaimana jika aku membuat ide yang bagus? sepertinya.. aku harus membunuh kalian semua?"

*

*

*

*

*

Happy new year guys🎊

Tadinya mau update dipukul 00.00, tpi kelupaan hehe

Ini udah tahun baru, anak paud kpn kambek ya :)

PsychopathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang