Hai!
여러분 안녕하세요!
Assalamu'alaikum!
Hehe, ternyata kita masih bisa ketemu lagi dengan Weliweli Island:)
Happy Reading ....
*****
Euijoo mengetuk-ngetuk dagunya bosan, sesekali ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian menghela nafas lelah. Bahu kanannya sudah terasa pegal karena dijadikan sandaran oleh Daniel yang tertidur, ia melirik Jake yang duduk di kursi pengemudi melalui kaca spion depan mobil. "Kok lama banget?"
"Gak tau," jawab Jake singkat, Euijoo kembali menghela nafas.
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka tapi malah tidak diharapkan kehadirannya oleh pembaca. Yupp, hari ini hari di mana mereka akan berangkat liburan ke pulau Weliweli.
Sekarang mereka bertiga sedang berada di dalam mobil Jake yang terparkir di depan rumah Heeseung. Tadi pagi Heeseung sempat menghubungi dan mengatakan pada Jake bahwa dirinya ingin menumpang pergi ke pelabuhan tapi sampai sekarang pemuda pemilik gigi berkilau itu belum menampakkan hidungnya.
Pintu bagasi mobil tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok Sunghoon, orang yang membuka dan Heeseung, orang yang buru-buru memasukkan kopernya ke dalam sana.
"Maaf bikin lama nunggu," kata Heeseung setelah dirinya masuk ke dalam dan duduk di kursi penumpang di samping Daniel yang tertidur. Melihat Sunghoon yang sudah duduk di kursi samping pengemudi, Heeseung langsung menatap Jake. "Ayo jalan Jake, keburu adek gue ngejar entar."
Jake mengangguk kemudian mulai mengendari mobilnya ke jalan raya menuju pelabuhan, menyatu dengan pengendara jalan yang lain.
Selama perjalanan, mereka hanya saling diam hingga Jake mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan.
"Tumben lama, ada masalah apa di rumah, Kak Seung?" tanyanya.
"Adiknya gak izinin Kak Seung pergi." Bukan Heeseung tapi Sunghoon yang menjawab.
"Loh? Tumben adik lo cerewet, Kak?" Euijoo masuk ke dalam obrolan.
Heeseung menghela nafas, ia menyandarkan tubuhnya ke sandaran jok mobil. "Gak tau, biasanya kalo gue pergi keluar, dianya biasa aja, lah hari ini dia sampe nangis kejer gak izinin gue pergi."
"Padahal gue juga gak pernah bilang ke dia kalo gue mau pergi liburan hari ini," lanjutnya. Ia benar-benar bingung dengan adik perempuannya yang masih berumur tiga tahun itu, bisa-bisanya anak itu menangisinya dan melarangnya pergi dengan kalimat, "Kalo Abang pergi, Abang pasti gak bakal balik lagi, adek gak bisa ketemu Abang lagi."
Aneh, 'kan?
"Kak ...." Euijoo, Heeseung, dan Sunghoon kompak menoleh pada Daniel yang tiba-tiba berbicara, anak itu tampak mencoba mengangkat matanya yang berat dan mulai duduk tegak. "Kenapa gue tiba-tiba ngerasa kalo keputusan kita buat liburan ke pulau Weliweli itu salah, ya?"
***
"Ayo masuk semuanya, kita berangkat!" seru Jimin yang sekarang sedang berjalan beriringan bersama Jay dan Jake naik ke atas kapal yang masih bersandar ke pelabuhan. Itu kapal wisata ILND, kapal yang mereka sewa untuk pergi liburan.
Ni-Ki yang mendengarnya mengangguk, ia segera berdiri dari duduknya dan mendorong kopernya dan koper Ta-Ki yang ada di atas troli koper. Ada Ta-Ki yang duduk di atas dua koper tersebut sehingga Ni-Ki iseng mendorongnya dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Weliweli Island 2 [End]
Mystery / ThrillerPulau Weliweli? Apakah pulau yang katanya terkutuk itu benar-benar ada? Bukan sebuah kesalahan, hanya saja semuanya sudah diatur sedemikian rupa. ⚠️Harap baca Weliweli Island ft I-Land terlebih dahulu. ⚠️Masih tidak cocok dibaca saat badmood karena...
![Weliweli Island 2 [End]](https://img.wattpad.com/cover/266350683-64-k634234.jpg)