여러분 안녕하세요!
Happy reading~
*****
Hari ini para penghuni villa dikejutkan dengan kedatangan orang-orang berseragam ke villa. Ternyata Echan dan Sunoo memanggil polisi untuk menyelidiki kasus kematian sahabat mereka. Sebuah tindakan yang cukup cerdas mengingat sebelumnya belum ada yang mengambil langkah seperti ini.
"Gue takutnya polisi di pulau ini sama aja kek di film Weliweli," kata Sungchul yang mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu. Matanya terus memperhatikan beberapa polisi yang sedang memasang garis polisi di kamar Taeyong, dan beberapa sedang berbicara pada Sunoo dan Echan. Ia mendesah lelah. "Kenapa yang kita alamin harus sama kayak di film Weliweli, seakan pusat permasalahan kita sekarang ada di film itu?
Jimin yang mendengar itu membulatkan matanya. Ia memetikkan jarinya semangat. "Apa jangan-jangan pusat permasalahan kita emang di film itu?"
"MAKSUDNYA?!"
"Heh! Kaget gue, anjing!" umpat Jimin, sedikit terperanjat. Ia menoleh dan mendapati Nicholas dan Hanbin berdiri di belakang sofa yang ia duduki.
"Jimin, mulutnya," tegur Hanbin yang langsung disambut cengiran lucu dari si empunya nama.
Nicholas melompati sofa dan duduk di samping Jimin, menatap pemuda itu dengan tatapan penasaran. "Tadi gue denger lo bilang pusat permasalahan kita ada di film, maksudnya gimana?"
Jimin diam, ia tampak berpikir keras. Sedangkan Hanbin, ia memutari sofa dan ikut duduk di samping Nicholas, ia sama penasarannya.
"Gue juga gak pasti sih bener apa enggak. Tapi pas denger Sungchul nyebut film Weliweli, gue jadi berpikiran ke sana," jawab Jimin. Ia menghela nafas panjang sebelum kembali membuka suara. "Film kita ini projek, 'kan?"
Sungchul, Nicholas, dan Hanbin mengangguk membenarkan. Sungchul tampak menggeram sebentar, dirinya masih kesal ketika teringat bahwa dirinya tak mendapatkan dialog di film tersebut.
"Orangnya gak ada di sini sih, tapi gue curiga banget sama Kai. Kenapa naskah yang dia tulis malah kejadian ke kita, seakan-akan direncanakan gitu loh?" Jimin menjelaskan, yang sama sekali tak dimengerti oleh para pendengarnya.
"Jadi maksud kamu, Kai yang ngerencanain kita terdampar di sini? Tapi kan waktu itu dia gak ikut diskusi tempat liburan," ucap Hanbin.
"Oh, maksud Kak Jimin, pelaku-pelaku yang ada di antara kita sekarang sekongkol sama Kak Kai supaya kita kejebak di pulau ini dan rencana lancar gitu?" tanya Sungchul yang langsung mendapat anggukan kepala dari Jimin. Sungchul mengernyit. "Tapi tujuannya buat apa?"
"Proyek sama projek sama gak sih? Anggap aja sama ya." Jimin menegakkan tubuhnya dan menaikkan kakinya ke sofa guna bersila. "Pernah denger kata 'tumbal proyek' gak?"
Nicholas yang paham maksud Jimin langsung tercekat. Ini gila! Benar-benar gila!
"Pulau Weliweli itu ada tapi gak terkenal, tapi kenapa Kai tau kalo pulau ini ada? Gue mikirnya gini, apa sebelum nulis naskah, Kai terlibat perjanjian dengan penduduk Weliweli?"
Jimin mengusap wajahnya kasar, ia sudah capek menduga-duga tanpa kepastian seperti ini. Setelahnya Jimin kembali membuka suara, membuat Sungchul dan Hanbin yang tadinya belum mengerti maksud perkataannya tercekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Weliweli Island 2 [End]
Misteri / ThrillerPulau Weliweli? Apakah pulau yang katanya terkutuk itu benar-benar ada? Bukan sebuah kesalahan, hanya saja semuanya sudah diatur sedemikian rupa. ⚠️Harap baca Weliweli Island ft I-Land terlebih dahulu. ⚠️Masih tidak cocok dibaca saat badmood karena...
![Weliweli Island 2 [End]](https://img.wattpad.com/cover/266350683-64-k634234.jpg)