15. Konflik Kecil

862 254 71
                                        

여러분 안녕하세요!

Lama bgt yah nih cerita gak update, Authornya sok sibuk sih wkwkwk:v

Okay
Happy Reading....

*****

Suara decitan roda bangsal yang bergesekan dengan lantai rumah sakit terdengar nyaring di sela-sela suara langkah kaki yang berlarian panik di sekitarnya. Daniel menggigit kuku jari tangannya resah, mati-matian dirinya menahan tangis ketika dua bangsal tersebut sukses masuk ke dalam ruangan UGD.

Jungwon yang juga ada di sana meringis melihat mata Daniel yang berkaca-kaca. Ia meraih tangan anak 15 tahun itu, mencoba memeluknya guna menenangkan. Namun, Daniel dengan segera menepisnya.

"Ini salah lo, Kak Jungwon! Salah lo!" bentak Daniel tiba-tiba. Anak itu mendorong Jungwon dengan kasar hingga yang lebih mungil terhuyung ke belakang, air mata yang ia tahan mulai tumpah, bibirnya bergetar. "Coba aja lo gak bego, Kak Euijoo gak bakalan ada di dalam sana! Musnah lo dari hadapan gue bajingan!"

"Daniel!" tegur Jay yang terkejut dengan tindakan Daniel. Pemuda berahang tajam itu menghampiri Jungwon, memastikan anak itu baik-baik saja.

Beberapa saat yang lalu, Daniel bersama Euijoo sedang berjalan-jalan, rencananya mereka akan pergi ke pasar malam yang katanya baru dibuka malam ini. Belum benar-benar tiba ditempat tujuan, keduanya bertemu dengan Jake dan memutuskan untuk jalan berbarengan dengan pemuda berkebangsaan Australia tersebut.

Masalah dimulai ketika Daniel pergi meninggalkan Euijoo dan Jake yang berdiri di pinggir jalan guna membeli minuman. Daniel pikir Euijoo tak dalam bahaya karena ia hanya pergi sebentar dan Euijoo juga masih bisa ia lihat dari tempat di mana mesin penjual minuman otomatis berada.

Namun, siapa sangka, sebuah mobil hilang kendali malah tersasar ke pinggir jalan dan menabrak Euijoo dan Jake dengan tiba-tiba, membuat kedua pemuda itu terpental hingga beberapa meter dan terluka parah.

Daniel sejak tadi mengawasi Euijoo tentu melihat dengan jelas kejadian tersebut. Dirinya juga melihat bagaimana Jungwon dengan bodohnya menyebrang jalan padahal ada mobil yang melaju kencang, akibatnya, si pengemudi banting setir demi menghindari Jungwon dan sialnya malah menabrak dua pemuda tak bersalah yang berdiri di pinggir jalan.

Daniel mendecih, tangannya mengelap air matanya dengan kasar. Bukan dirinya tak tahu kalau kejadian ini adalah bagian dari rencana licik Jungwon. Iya, dia tau!

"Cih. Son of a bitch!"

Plakkk.

Kepala Daniel tertoleh ke kanan ketika telapak tangan Jay mendarat keras di pipi kirinya. Raut wajah Jay terlihat sangat marah. "Punya mulut tolong dijaga ya, Daniel!"

Daniel memegang pipinya yang terasa panas kemudian terkekeh pelan, ia membuang muka ke arah lain. "Oh, pantesan nih tua bangka ngebelain Kak Jungwon, 'kan sekongkol."

Jungwon segera menahan Jay ketika melihat pemuda yang ia anggap Abang sendiri itu mengeraskan rahangnya dan hendak maju memukul Daniel. Kepala Jungwon yang pusing makin bertambah pusing melihat tingkah dua orang yang saling menatap benci ini.

Oh ayolah, apakah mereka tidak ingat mereka ada di mana?

Hello! Ini rumah sakit dan ini malam hari!

Weliweli Island 2 [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang