여러분 안녕하세요!
Happy Reading ....
*****
Sunghoon duduk di bawah salah satu pohon dengan kedua kaki dilipat di depan dada. Pemuda itu menyembunyikan wajahnya ke sela-sela lutut, tangannya terlihat meremas-remas rambutnya dengan kasar. Tak ada suara isakan, hanya getaran bahunya saja yang menandakan bahwa dirinya sedang menangis tanpa suara.
Kei mengusap sudut matanya yang berair. Ia tidak tega melihat betapa hancurnya Sunghoon sekarang. Pemuda itu tadi bahkan jatuh lemas ketika diseret paksa, yang akhirnya membuat mereka terpaksa menghentikan langkah di tempat ini. Tak apa, yang penting posisi mereka sudah jauh dari makhluk itu.
Makhluk itu tidak akan mengejar.
"Kak Kei."
Kei menoleh pada Jay yang tadi memanggil namanya. Pemuda berahang itu nampak berkacak pinggang dan berjalan mendekati Kei.
"Gue penasaran dengan kalimat lo tadi tentang gak pernah balik ke villa lagi setelah festival musim semi usai. Apa gue harus percaya sama lo? Bisa aja kan lo juga bukan Kak Kei yang asli dan ngarang cerita," ucap Jay menyampaikan isi kepalanya. Dirinya sudah melihat jelas bahwa Kei yang bersamanya di gedung tua bersama Sungchul adalah Kei yang palsu. Namun, bukan berarti ia percaya-percaya saja dengan Kei yang saat ini menjadi lawannya bicara.
"Duduk dulu, biar gue jelasin. Ini bakalan jadi cerita panjang." Kei mendudukkan dirinya di samping Sunghoon diikuti Jay setelahnya.
Sungchul yang melihat teman-temannya duduk bersama pun juga berinisiatif untuk ikut bergabung, mencoba agar tak berkontak mata dengan Jay yang menatapnya tajam.
"Gue, Ta-Ki, Jimin, sama Nicholas pergi ke festival musim semi waktu itu. Di festival, gue sempat kepisah sama mereka karena ramenya penduduk yang datang. Awalnya gue pikir gak apa-apa kepisah eh ternyata gue malah diserat buat dijadiin tumbal festival," cerita Kei pada ketiga temannya. Sunghoon yang belum mengangkat kepalanya itu hanya mendengarkan dalam diam.
"Beruntung ada penduduk baik yang nolongin gue waktu itu, di-"
"Kak Kei yakin itu beneran orang baik?" tanya Sungchul memotong cerita Kei. "Pulau ini keknya diisi orang-orang jahat doang."
Kei menghela nafas. "Chul, di dunia ini ada namanya keseimbangan. Di sebuah tempat yang isinya orang baik pasti juga ada orang yang jahat walaupun sebiji, nah, begitu juga sebaliknya. Kita gak boleh nilai sesuatu dari yang nampak doang, kita juga harus bisa lihat sisi yang lainnya."
Sungchul menganggukkan kepalanya paham.
"Gue percaya mereka baik karena mereka bener-bener rawat gue sampe bisa jalan lagi dan mereka juga ngasih tau beberapa hal tentang pulau ini. Intinya pulau ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang kita liat di buku," lanjut Kei. "Gue juga udah beli banyak senjata supaya kita semua bisa pulang dengan selamat."
Jay mengangkat sebelah alisnya. "Jadi Kak Kei beneran gak pernah balik ke villa lagi setelah itu? Jadi yang balik ke villa mahkluk jelek yang tadi?"
Kei mengangguk membenarkan, membuat Jay menutup mulutnya menggunakan tangan dan menoleh ke arah lain. Pantas saja waktu Jake mengajak untuk pergi dari villa, Kei tampak bersikukuh untuk menolak. Ternyata dia hanya menyamar.
"Gue kehilangan banyak info tentang kalian dan apa aja yang udah terjadi di villa. Gue bahkan gak tau siapa-siapa aja temen kita yang udah pergi duluan selain Heeseung tadi," kata Kei menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah karena tidak bisa melakukan apapun untuk teman-temannya waktu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Weliweli Island 2 [End]
Mystery / ThrillerPulau Weliweli? Apakah pulau yang katanya terkutuk itu benar-benar ada? Bukan sebuah kesalahan, hanya saja semuanya sudah diatur sedemikian rupa. ⚠️Harap baca Weliweli Island ft I-Land terlebih dahulu. ⚠️Masih tidak cocok dibaca saat badmood karena...
![Weliweli Island 2 [End]](https://img.wattpad.com/cover/266350683-64-k634234.jpg)