여러분 안녕하세요!
⚠️Usahakan jangan baca sambil makan☺️
Happy Reading!
*****
"Jujur, gue kasian banget sama Nicholas. Baru kali ini gue liat dia hancur sehancur-hancurnya kek gitu." Jaeho yang berjalan di samping Geonu dan Youngbin buka suara.
Ketiga orang itu baru saja pulang dari pemakaman Hanbin. Hanbin adalah penghuni villa yang murah senyum, bahkan ketika kubu-kubu mulai dibangun, pemuda itu sama sekali tak mencari gara-gara atau apapun. Ia tetap sama seperti Hanbin yang dulu, jadi wajar jika kepergiannya membuat semua merasa kehilangan.
"Wajar dia hancur banget, orang dia sama Kak Hanbin deket banget," sahut Youngbin yang mendapat anggukan dari Geonu. Siapapun pasti benar-benar hancur jika kehilangan teman dekat.
"Gue tadi gak liat Heeseung, Sunghoon, sama Jake. Kemana ya mereka?" tanya Geonu ketika teringat tiga penghuni hotel yang dari kemarin tak terlihat oleh matanya.
"Bukannya mereka jemput Jake di rumah sakit? Jake kan udah boleh pulang," jawab Youngbin.
Jaeho mengernyit. "Kalo jemput pulang, harusnya sekarang udah pulang dong. Ini kok gak nongol-nongol?"
"Nginep dulu di sana, mungkin." Youngbin berpositif thinking. Pemuda itu menggaruk-garuk jakunnya kemudian berdehem. "Haus, mampir dulu ke warung itu, yuk!"
Jaeho langsung menggeleng keras. Dirinya trauma dengan warung-warungan setelah kejadian seminggu yang lalu. Cukup sekali saja, dirinya tak mau lagi.
"Kita minum aja, jangan makan," ujar Geonu sembari menepuk-nepuk pundak Jaeho menenangkan. Dirinya tahu temannya yang satu ini memiliki trauma dengan warung dan rumah makan. Waktu itu Youngbin juga sempat menjelaskan bagaimana ia bisa tahu bahwa makanan tersebut terbuat dari daging manusia.
Jadi, saat setelah Youngbin menyelesaikan panggilan alamnya, dirinya tak sengaja melihat seorang pekerja rumah makan itu membuang sekantong sampah. Awalnya ia tak perduli, tapi karena kantong sampah itu tidak terikat dan isinya bertebaran di tempat penampungan sampah tak jauh dari toilet, ia jadi syok berat ketika mengetahui bahwa itu adalah kepala manusia.
Tak habis sampai di situ, karena benar-benar ingin memastikan, pemuda bermata bulat itu mengendap-endap masuk ke dalam dapur tempat di mana daging diolah. Kebetulan pekerja rumah makan sibuk berlalu lalang hingga memudahkan ia untuk menyusup tanpa ketahuan.
Youngbin terkejut parah ketika melihat para pekerja itu memotong daging dari tangan dan kaki yang entah milik siapa. Karena tak kuat melihat lagi, ia langsung berlari keluar dan mengajak Hanbin dan siapapun yang ia kenal untuk pergi.
Nasib buruk malah menimpa Jaeho karena pemuda itu sudah makan di sana dengan lahap dan akhirnya sekarang dirinya trauma.
"Ya udah deh, ayo!" putus Jaeho. Lagian dirinya juga haus berjalan kaki dari area pemakam hingga ke sini.
"Yei!" sorak Geonu. Pemuda bermata sipit itu berlari dengan riang ke arah warung diikuti dua teman di belakangnya. "Pak, teh es-nya tiga!"
"Siap!"
Ketiganya langsung duduk di kursi depan warung, beristirahat dulu barang sejenak. Geonu mengayun-ayunkan kakinya, mata berkedip-kedip cepat. "Emm, Ho, gimana rasanya daging manusia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Weliweli Island 2 [End]
Mystery / ThrillerPulau Weliweli? Apakah pulau yang katanya terkutuk itu benar-benar ada? Bukan sebuah kesalahan, hanya saja semuanya sudah diatur sedemikian rupa. ⚠️Harap baca Weliweli Island ft I-Land terlebih dahulu. ⚠️Masih tidak cocok dibaca saat badmood karena...
![Weliweli Island 2 [End]](https://img.wattpad.com/cover/266350683-64-k634234.jpg)