chapter satu

1K 24 0
                                        

“ aurel, hentikan” cegah violet ketika melihat naya sedang di sirami air mineral di bagian atas kepalanya sampai basah kuyup sama si aurel dengan gengnya dan si aurel itu juga merupakan teman seangkatannya tapi beda kelas.naya di kelas a dan si aurel di kelas c.

“ lo bilang hentikan.enggak akan” balas aurel dengan angkuh lalu mendorong tubuh violet sampai ia tersungkur di lantai kantin sekolah dan adapun si naya,ia masih duduk terdiam dengan tatapan menunduk ke bawah.

Semua siswa yang ada di kantin tidak ada yang berani mencegatnya atau pun membantu si naya atau juga violet, sebab mereka semua takut sama si aurel tersebut.dan kenapa ia di takuti,soalnya itu ayahnya si aurel adalah seorang yang cukup berpengaruh di sekolah sma garuda dan merupakan seorang pengusaha kaya raya yang sangat sering memberikan dana bantuan terhadap sekolah garuda tersebut.

“ emangnya dia punya salah apa sih,sampai segitunya lo sering nyakitin dia” tanya si violet dengan geram yang kemudian dirinya bangkit.

Aurel menatap sinis ke arah violet.kemudian ia menyuruh teman segengnya yang bernama dita.

“ dita,lo ambil buku si cewek cupu itu” dita mengangguk lalu ia merogoh isi tasnya dan mengambil sebuah buku pelajaran sekolah milik naya.

“ sini bukunya” pinta aurel dan dita langsung menyerahkan buku tersebut.

“ lo mau tau kenapa gue membencinya” ucap aurel yang kemudian ia membuka isi buku milik naya tadi dan menunjukannya kepada si violet.

Violet cukup terkejut dengan semua isi buku naya yang ternyata berisi sebuah gambar gambar ivan yang di buat oleh naya dengan sebuah pensil.gambar gambarnya pun sangat persis sekali dengan aslinya.

“ bagus sekali” gumam violet di dalam hati.

“ terus kenapa lo marah hanya karena sebuah gambar.atau,apa jangan jangan lo iri ya enggak bisa gambar sebagus kaya si naya” balas violet lalu melirik ke arah naya yang masih memasang posisi seperti tadi.aurel terdiam sejenak.violet pun menghela nafasnya dan mencoba untuk mengontrol emosinya.kemudian ia pun berniat untuk membawa pergi naya dari kantin sekolah.namun keniatannya pun tidak bisa ia lakukan sebab baru saja melangkah, tangan si violet di cegat sama aurel.

“ eh violet,dengerin ya.ada dua hal kenapa gue membencinya.yang pertama ia berani beraninya menggambar ivan secara diam diam dan kamu tau kalo tandanya seperti itu.dan itu berarti si naya tersebut suka sama si ivan.dan gue enggak suka kalo ada cewek lain yang berani beraninya yang menyukai ivan selain gue,paham kan” tutur panjang si aurel.

“ iya gue paham” balas violet dengan menatap malas ke arahnya dan ia pun mulai berani menepis tangan aurel yang sedari tadi mencegat langkahnya itu dengan begitu kasar.

“ aww,sakit tau” aurel meringis sakit sambil memegangi tangannya sendiri.

“ cih lebay” gerutu violet yang mulai melangkah ke arah si naya ,namun langkahnya itu kembali terhenti sama si aurel yang lagi lagi menarik tangannya tersebut.

“apa” violet menoleh.

“ dengerin dulu!” bentak aurel.

“ yaudah lo cepat lanjutkan yang keduanya”

“ baik.yang kedua itu gue sangat membencinya karena ia sudah tiga tahun satu satu kelas sama si ivan melulu.dan gue ini, belum pernah satu kelas sama sekali dengan dirinya” muka aurel tiba tiba kini malah menjadi lesu ketika mengatakan kalimat yang terakhirnya.

“ hadeuh kek bocah amat semua alasannya itu” ucap batin violet.

“ dan lo paham kan akan perasaan gue ini” muka aurel kembali marah.ia meremas buku milik naya.tangannya pun sudah merobek beberapa lembar kertas buku tersebut.dan kemudian ia mau menginjak injak buku itu tapi tidak jadi ketika si ivan mendekatinya.

Ivan memungut buku naya yang sekarang ini sudah tidak berbentuk lagi.

“ kalo lo enggak suka buku ini berarti lo enggak suka sama diri gue” ujar ivan kepada aurel.mendengar hal tersebut,aurel cukup terkejut.aurel terdiam dan menatap ivan yang kini malah memberikan buku tadi ke pemiliknya yaitu si naya.

“ lo” tunjuk ivan ke violet.

Glupp

Violet meneguk salivanya dengan cukup kasar ketika si ivan menatap dirinya dengan tatapan amat tajam.

“i_ya ada apa ivan” timpal violet gugup.

“ cepat bawa cewek ini pergi” suruh ivan terhadap si naya dan dengan cepat violet mengangguk.violet pun membawa naya pergi menjauh dari kantin.semua siswa yang ada di kantin semuanya pada kaget dengan perlakuan ivan yang menurut mereka sangat langka sekali yaitu si ivan yang notabenenya sangat cuek sekali apalagi terhadap para siswa cewek di sekolahnya yang sekarang entah ia kerasukan apa sehingga ia mau membantu seorang cewek.


- tbc -

black outTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang