chapter tiga puluh dua

268 1 0
                                        

" Cih dasar lo. Mentang mentang istrinya bos,malah gue yang kena " Violet berdecih jengkel di karena kan dirinya sedang berada di sebuah restoran dan ia sedang berbicara sama si naya.

" Hehehe maaf ya.soalnya harus gimana lagi cara deketin kamu itu.jadi ya terpaksa deh minta bantuan sama mas ivan " Ucap naya menyengir kuda.

" Lo sebenarnya mau ngomongin apa " Ujar violet to the point dan wajahnya rada condong ke depan.

" Naya pengen kita baikan kek dulu tuh violet " Jawab naya dengan nada parau dan memasang ekspresi sedih.

" Kalo gue enggak mau gimana " Timpal violet santai.

" Ya jangan kek gitu sih violet.maafin naya ya atas kesalahan naya yang tidak mengikuti ucapan kamu itu "

" Gue udah maafin.tapi gue lagi enggan aja bertemu sama lo "

" Alasannya kenapa "

" Karena lo masih sama si ivan.gue enggak suka aja gitu lo sama dirinya " Mendengar hal itu naya merasa kesal namun ia tidak menampilkan rasa kekesalannya tersebut.

" Eh ngomong ngomong kamu kerja di perusahaan jadi apa " Tanya naya yang jelas mengalihkan pembicaraan tadi.

Violet menghela nafasnya dan ia pun menjawab dengan perasaan terpaksa.

" Gue jadi sekertaris nya ivan "

" Hm, pantesan aja " Ucap naya sambil memegang dagunya.

" Lo seneng kan " Tukas violet.

Dan kemudian datang lah ivan yang lalu ikut nimbrung.ivan baru aja duduk, tiba tiba saja violet bangkit berdiri.

" Eh lo mau kemana " Tanya ivan bingung.

" Gue mau pergi van soalnya ibu lagi di rumah sakit.dan gue boleh pergi kan karena gue udah habis ngobrol sama istri lo itu " Ujar violet dan ivan pun mengizinkannya pergi.violet langsung beranjak keluar dari restoran dan meninggalkan mereka berdua.naya diam dan menatap senduh atas kepergian sahabatnya tersebut.

" Nay nanti malam ikut gue ya " Lamunan naya terbuyarkan setelah si ivan memegang tangannya.

" Emangnya mau kemana lagi "

" Udah ikut aja "

*****

Ivan dan naya sekarang menuju ke sebuah bukit dan akan berniat menginap di sebuah vila sederhana.

Sesampainya di sana naya langsung di suruh ganti pakaian tradisional Jepang berupa kimono.

" Kok ada kek ginian si mas " Naya mengernyitkan dahinya karena bingung.kedua tangannya memegang baju tersebut dan menatap aneh.

" Nay, nanti di luar sana ada acara festival khas budaya Jepang.lo harus liat ya " Jawab ivan antusias.

" Festival lagi "

" Eh nay, ini itu cuman lima tahun sekali.ini keberuntungan lo tau " Ivan melangkah ke arah kamar dan menggantikan bajunya menjadi pakaian kimono khas negara Jepang.

Setelah memakai pakaian itu mereka berdua keluar dari vila dan menuju ke festival yang di maksud si ivan tadi.

Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya sampai.dan benar apa kata si ivan tersebut yang ternyata bener benar sebuah festival yang bertemakan Jepang.

Dari segi baju dan makanannya pun sama mengikuti budaya Jepang.

Ivan menepuk pundak naya lalu menarik lengannya agar masuk ke sebuah tempat makanan yang berupa mie ramen.

black outTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang