chapter delapan belas

386 5 0
                                        

Pagi pukul jam 6, naya baru bangun tidur.matanya pun mulai perlahan terbuka.ia mengucek mata sebentar lalu ia regangkan kedua tangannya.ia teleng kan kepalanya ke kanan dan juga kiri supaya rasa kantuknya bisa menghilang secara total.ia singkirkan selimut, lalu turun dari tempat tidur menuju ke jendela apartemen buat buat menyingkap gorden dan sekaligus membuka jendela juga.

Ia berbalik badan, lalu melangkah ke arah pintu apartemen.namun baru melewati tempat tidurnya, ia di kagetkan dengan adanya ivan yang sedang tidur dengan posisi tengkurap dan di sampingnya ada sebuah botol minuman beralkohol.pakaiannya pun masih memakai baju kerjanya.

Naya menutup mulutnya karena terkejut jika suaminya tersebut suka minum minuman seperti itu.padahal pak septian tadinya itu pernah bercerita dengan naya bahwa ivan tersebut tidak pernah terjerumus oleh pergaulan yang tidak benar. Dan perasaan naya merasa bersalah sekali jika suaminya menjadi seperti saat ini.

"apakah karena diri ku ini" Gumamnya di dalam hati.

Naya membangun kan ivan dengan menepuk pundaknya beberapa kali.

" Mas ivan, mas ivan.bangun mas udah pagi nih"

" Mas ivan hari ini enggak kerja " Naya terus membangunkannya,sampai akhirnya naya pun menyerah.

" Hadeuh emang kayak gini ya kalo orang yang sedang mabuk itu susah di bangunin " Naya menghela nafas panjang lalu ia melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya itu.

Selepas mandi, ia keluar dan mendapati ivan sedang duduk di tempat tidur dengan matanya menyalak tajam ke arah naya.matanya pun merah padam seakan akan mau melahapnya.

Naya menelan salivanya dengan kasar beberapa kali lalu bertanya.

" Mas kenapa lihat naya seperti itu"

" Karena lo, gue jadi seperti ini"jawabnya dengan nada seperti biasa tapi tatapannya cukup lumayan seram.

" Karena lo gue enggak bisa menggapai impian gue dan malah terjebak di perusahaan perbudakan yang sangat membosankan " Lanjut ivan.

" Mas ivan maafin naya ya" Balas naya dengan suara  memelas.

" Dasar wanita jalang! "Bentaknya sambil menuding dan menghampiri  naya dengan cepat.ivan mendorong tubuh mungil naya hingga ia terpojok di sebuah lemari pakaiannya.tanpa segan ivan pun langsung menciumi bibir naya dan lehernya dengan begitu ganas hingga sampai sampai ia menggigitnya dan menimbulkan bercak darah di bagian lehernya tersebut.

Lidah ivan terus menjalar di bibirnya dan memaksanya agar membuka mulutnya.akhirnya naya pun terpaksa membuka mulutnya,kemudian terjadilah ciuman liar antara mereka berdua yang lidahnya tersebut saling bertautan satu sama lain.

Setelah di bibir, ivan turun ke bawah yaitu leher lalu turun lagi ke area buah dadanya.hingga pada akhirnya naya pun mendesah. setelah menikmati kulit mulus naya, ivan membopong tubuhnya dengan paksa lalu menaruhnya di atas tempat tidur.

Ivan membuka paksa pakaian yang ia kenakan yaitu berupa bathrobe.namun ivan tidak semudah itu membuka pakaian tersebut di sebabkan naya menolak dan memberontak.naya pun menangis.

" Ivan jangan ngelakuin itu, ku mohon hiks hiks hiks... "

Ivan tidak menggubrisnya.ivan terus memaksanya hingga pada akhirnya tubuh naya menjadi bugil.mata Ivan pun tampaknya seperti orang yang sedang kelaparan oleh hawa nafsu.

Dengan cepat Ivan mencumbu lehernya dan memeluk tubuhnya juga.ia terus mencumbu di bagian tubuh yang cukup sensitif sehingga membuat naya menjadi terangsang ya walaupun dalam keadaan tidak terima alias sedih.

Pas mencumbu di bagian perutnya,mata ivan terbuka lebar.lalu melepaskan cumbuan tersebut.ivan berdiri.ia juga menjauhi tubuh naya dan menyuruh untuk memakai balik pakaian bathrobenya tadi.

Naya langsung memakai nya dalam keadaan sedih.setelah terpakai ia menuju ke kamar mandi.ia kesitu  ingin melepas kekesalannya yaitu dengan cara menangis sekencang kencangnya.

Ivan terduduk lemas.dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.sepertinya dirinya tersebut terlihat depresi.lalu ia pun merogoh saku bajunya dan mengambil sebuah spidol yang tidak permanen.

Dan ia pun melakukan sesuatu yang bikin naya kecapean tiap harinya yaitu mencoret coret yang tidak jelas. Dan apa maksudnya itu ataupun tujuannya tersebut.ivan mencoret coret tembok dan juga kaca jendela.

Ivan terus mencoret dan tidak memperdulikan tangisan naya yang semakin pecah.ia benar benar tidak menghiraukan hal tersebut dan malah melakukan sesuatu yang tidak unfaedah sama sekali.

Setelah selesai kegiatan yang tidak jelas itu lalu si ivan menuju ke kamar mandi.

Tok tok

Tok tok

" Cepat keluar sialan! "Suruh ivan dengan nada ngegas.

Di dalam , naya pun menghentikan tangisannya.ia keluar.naya melihat ivan lalu ivan pun memegang kedua pundaknya yang membuat naya refleks menyingkirkan pegangannya itu.

" Maaf, jangan sentuh aku"ujar naya yang tidak melihat ke arah wajahnya.

" Cepat buatkan gue makanan "

Seketika naya menoleh ke arahnya.

" Ka_kamu mau makan"Ivan diam ketika di tanya seperti itu dan ia malah menatap datar kearahnya.

"Mas Ivan beneran pengen makan hari ini "tanya naya sekali lagi dan ia mencoba untuk menghentikan perasaan gugupnya.

"Ia.dan sebenernya gue itu enggak suka ya jika di tanya kedua kalinya" Ucap ivan.kemudian ia menarik tubuh naya cukup kasar agar tidak menghalanginya dari pintu kamar mandi.

"Aduuh" Naya terjatuh namun tidak sampai tersungkur.ia bisa menahannya dengan kedua tangannya itu.

Brakk

Ivan menutup pintu kamar mandi dengan kasar dan masuk ke dalam.naya menengok ke arah pintu tersebut dan ia memegang dadanya.

" Sabar nay,kamu harus nunggu tujuh bulan lagi.setelah itu aku harus meninggalkan dirinya "ucapnya di dalam hati.

" Woy cewek lemah.gue ingin di masakan telur goreng " Kata Ivan yang masih ada di dalam kamar mandi.


-tbc-

black outTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang