Rumor

90 27 1
                                        

Johnny memasuki agensi dengan perasaan aneh. Semua orang memperhatikannya atau itu hanya perasaannya saja?

Ia masuk ke dalam ruangan para atasan―ruangan Yuta, Jaehyun, Doyoung, Jungwoo dan dirinya kalau berkumpul― untuk mengambil berkas perjanjian tentang musik.

Suara derap langkah membuat Johnny menolehkan kepalanya. "Ada apa, Doy?" tanyanya bingung ketika Doyoung masuk seperti di kejar sesuatu.

"Apa kau sudah melihat media?"

Johnny yang sedang merapihkan berkas menyerit, "Tidak..? Kau tau aku tidak begitu tertarik melihat gosip."

"John! Kau di tuduh telah bersikap kasar serta memperlakukan para artis dengan tidak baik."

"Apa?!" Johnny menoleh cepat. Doyoung menyodorkan ponselnya yang telah membuka salah satu portal media.

"What the―" pikirannya langsung melayang kearah presdir Fu beberapa bulan lalu. Ia tak pernah bermasalah dengan seseorang kecuali presdir Fu. Ia menggepalkan tangannya, "Presdir Fu.."

"John, kau tidak bisa menuduh tanpa bukti." ujar Doyoung. Ia benar, ia tak mungkin menghampiri presdir Fu hanya karena rumor ini beredar― walau nyatanya presdir Fu adalah satu-satunya yang akan menjebaknya seperti ini.

Johnny mengusak rambutnya, "Aku akan meminta bantuan temanku untuk mengusut masalah ini. Ck, si sialan itu."

۵

"Cantik sekali." ucap Lucas ketika melihat Jungwoo mencoba pakaian yang baru saja ia belikan.

Jungwoo tersenyum, "Terimakasih Lucas. Tapi, serius. Kau tak perlu selalu memberikanku pakaian. Aku bahkan tak membelikanmu apa-apa."

Lucas mengusak rambut Jungwoo, "Aku memberikanmu karena ingin. Kau tak perlu membelikanku apapun."

Jungwoo duduk di sebelah Lucas dan mengusak rambutnya sendiri, "Sepertinya aku ingin mengganti warna rambut."

Lucas menoleh, "Hm? Ingin warna apa? Warna hitam ini sudah nampak indah."

Jungwoo memukul bahu Lucas, "Berhenti menggunakan kata-kata manismu itu. Menurutmu aku bagus menggunakan warna apa?"

Lucas terkekeh, "Warna honey brown mungkin akan nampak bagus?"

Jungwoo mengangguk, "Call! Honey brown."

۵

"Jae, bisakah kita ke Korea sebentar? Ten nampak sedang terguncang."

Jaehyun yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya menoleh, "Tak bisa sayang.. Agensi Amerika masih sedikit bermasalah. Lagipula apa kau ingin cuti dari rumah sakit?"

Taeyong memanyunkan bibirnya, "Aku memang suka menolong orang-orang. Tapi, aku akan lebih senang lagi kalau menolong temanku."

Jaehyun mengusak kepala Taeyong, "Setelah perusahaan membaik, aku berjanji kita akan kesana. Ngomong-ngomong," Jaehyun memberikan undangan kepada Taeyong.

Taeyong mengambilnya dan memasang raut terkejut, "Doyie akhirnya menikah?! Astaga!"

Jaehyun terkekeh, "Itu undangan lamarannya. Kita pasti akan kembali ketika kelinci itu menikah. Aku janji."

۵ ۵ ۵

ᴬᵐ·ᵇᶦᵍ·ᵘ·ᵒᵘˢTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang