[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kalian semua silahkan berdiri hormat ke tiang bendera sampai bel istirahat" perintahnya yang tak dapat dibantah.
Akhirnya mau tak mau Reyhan dkk serta Danniel menjalani perintah dari Pak Budi tadi. Sudah setengah jam mereka menahan diri dibawah terik matahari yang seakan membakar kulitnya. Tak lama kemudian bel yang mereka tunggu-tunggu akhirnya berbunyi juga.
Kringgg... Kringgg...
Di lain tempat di waktu yang sama. Ara serta kedua sahabatnya tersenyum senang mendengar bel yang barusan berbunyi. Ara dkk sudah sangat pusing dengan materi pelajaran tadi.
"Ayo guys kantin" ucap Raya menghampiri meja kedua sahabatnya yaitu Ara dan Shela.
"GASS!" ucap Ara dan Shela berbarengan.
Ara serta kedua sahabatnya berjalan menelusuri koridor menuju kantin. Hingga mata Ara tak sengaja bertubrukan dengan mata tajam milik Reyhan yang sedang berdiri di tengah lapangan dengan wajah yang banyak lebam nya.
Sedetik kemudian Ara memutuskan kontak matanya dengan Reyhan dan melanjutkan langkahnya menuju kantin.
Reyhan yang melihat Ara hanya melewatinya pun merasa aneh. Biasanya jika ia dihukum dan terdapat banyak lebam diwajahnya, ia akan diomeli habis-habisan oleh Ara.
"Berantem mulu mencemarkan kelas woy"
"Biar apasih berantem? Mau jadi jagoan lo?!"
"Gak capek apa tonjok-tonjokan, terus nanti di hukum sama guru. Gitu aja siklus hidup lo di sekolah"
Kira-kira begitulah celotehan Ara saat mendapati Reyhan yang sedang dihukum. Tapi kali ini berbeda. Bahkan Ara memutuskan kontak matanya seolah enggan melihat Reyhan.
"Dia marah?" batin Reyhan bertanya tanya
-Skip-
"Lo lagi marahan ya sama Rey?" tanya Raya saat melihat Ara yang seolah menghindari Reyhan.
"Enggak"
"Terus kenapa pas tadi dia dihukum sekaligus mukanya bonyok lo acuh? Biasanya lo bakal ngomel" sahut Shela
"Gue lagi capek aja ngomel"
Setelah menghabiskan nasi gorengnya, Ara serta kedua sahabatnya beranjak meninggalkan kantin berniat untuk langsung ke kelas meskipun bel masuk belum berbunyi. Tapi saat di tengah perjalanan, mata Ara menangkap sosok Reyhan dari arah berlawanan. Sepertinya Reyhan serta kedua sahabatnya baru ingin ke kantin.
Tiba-tiba langkah Ara terhenti kala tubuh Reyhan menghalanginya. "Minggir gak?!" sentak Ara.
"Gue pinjem dulu Ara nya" ucap Reyhan kepada Shela dan Raya.