[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Susu deh" tak menyerah, Gilang kembali menawarkan sesuatu agar Ara mau berpindah posisi.
"Kalo susu gue juga punya. Dua lagi"
"Shit! Otak gue travelling" sahut Kenneth yang sedari tadi menonton aksi tawar menawar atau lebih tepatnya sogok menyogok antara Gilang dan Ara.
Pletak!
Reyhan menyentil dahi Kenneth setelah mengucapkan kalimat tersebut. "Makannya punya otak di laundry dulu biar bersih" ucapnya.
"Ra, please Ra" mohon Gilang
"Dibilang gue gak bisa disogok" balas Ara
Karena melihat salah satu sahabatnya yang sangat ingin duduk dengan Shela, Reyhan membisikkan sesuatu kepada Gilang.
"Bagus juga ide lo" ucap Gilang mengacungi jempol ke arah Reyhan.
"Gue beliin boba mau gak Ra?" ucapan Gilang membuat Ara menoleh ke arah laki-laki itu. Sedangkan Shela menjadi was-was dengan tawaran Gilang tadi.
"Lima! Kalo satu gue gak mau"
"Buset dah bisa bangkrut gue"
"Udah ikutin aja apa kata Ara. Demi kepentingan bersama" sahut Reyhan.
"Yaudah oke gue beliin lima! Puas lo?!" final Gilang. Ara tersenyum senang memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Sedangkan Shela menghembuskan nafas kasar. Ia sudah menebak akan seperti ini. Ya, memang Ara adalah pecinta boba garis keras.
—Skip—
"Lo pulang bareng gue" ucap Reyhan saat melihat jam sudah mendekati bel pulang sekolah.
"Gue mau main sama She—"
"Gak ada penolakan"
"Tapi gue mau main sama Shela, Raya"
"Bunda mau ketemu sama lo" mendengar itu Ara langsung menutup rapat mulutnya.
Kringgg... Kringgg...
"Baiklah sampai disini dulu materi kita. Ibu pamit undur diri assalamualaikum" ucap Bu Risma
"Waalaikumsalam bu" jawab murid-murid serempak.
Ara memasukkan barang-barangnya kedalam tas. "Ayo Ra" ajak Shela dan Raya menghampiri bangku Ara.
"Em... gue gak ikut dulu ya, soalnya lagi ada perlu" ucap Ara tak enak sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Yah Ra... masa lo gak ikut sih" decak Shela.
"Kali ini aja ya gue gak ikut. Gue lagi ada perlu banget soalnya. Kalau kalian tetep mau jalan, gak papa kok"