[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Bestie, untuk 2 minggu kedepan kayaknya sy ga bisa up dulu ya ;)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menyelesaikan makan-nya, Ara langsung membawa kedua mangkuk ke dapur untuk mencucinya. Saat kembali, tak lupa Ara membawa 2 gelas air mineral dan memberikan salah satunya kepada Reyhan. Memang enak sekali hidup Reyhan setelah menikah dengan Ara. Apapun selalu dilayani bagaikan raja.
Setelah memberikan gelas berisi air mineral, Ara mendudukan diri disebelah Reyhan. 5 menit berlalu. Tak ada yang membuka percakapan. Ara dan Reyhan sama-sama fokus pada layar televisi yang menampilkan film horror.
"Ra" panggil Reyhan yang dibalas deheman oleh Ara.
"Kalo lo udah gak tahan sama gue, lo boleh kok minta cerai sama gue" ucap Reyhan.
"Hah? Maksudnya?" Ara bingung. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Reyhan berucap seperti itu.
"Pernikahan kita didasari oleh perjodohan, bukan cinta" Reyhan memiringkan tubuhnya menghadap Ara dan menatap lekat mata gadis itu.
"Itu artinya, pernikahan kita gak mungkin berjalan lama. Kita berdua menerima perjodohan ini karna sama-sama gak mau ngecewain orang tua. Bukan karna saling suka atau sebagainya. Tapi jujur Ra, walaupun perawakan gue kayak anak berandal gini, gue mau nikah sekali seumur hidup. Sebab itu gue berusaha buat buka hati buat lo" lanjut Reyhan dengan wajah serius.
Ara menghela nafas sebentar. Kemudian ia menatap lekat manik Reyhan. "Rey, didunia ini gak ada yang gak mungkin. Gue juga maunya nikah sekali seumur hidup. Gue juga berusaha buat buka hati buat l--"
"Seriusan?" potong Reyhan menatap Ara tak percaya.
Ara mengangguk mantap "Kalo lo bisa berusaha buka hati lo buat gue, kenapa gue gak bisa? Tapi emang segala sesuatu itu harus melalui proses. Entah panjang atau pendek prosesnya, ya kita nikmati aja"
Reyhan mengangguk "Iya gue paham"
"Inget Rey, sesungguhnya Allah maha membolak balikan hati umatnya. Bisa aja kan hari ini gue belum suka sama lo, tapi bisa aja besok gue udah suka atau bahkan cinta sama lo" ucap Ara tersenyum meyakinkan.
"Kalo gitu, kita berjuang sama-sama ya?" ucap Reyhan menggenggam tangan Ara.
"Pfft... bahasa lo, 'berjuang' " Ara tertawa mendengar penuturan Reyhan.
"Ah merusak suasana aja lo. Gue serius nih" kesal Reyhan merubah raut wajahnya menjadi datar.
"Oh iya gue mau ngomong satu hal lagi sama lo" ucap Reyhan mengundang perhatian Ara.
"Kalo ada yang ngomong sesuatu tentang gue, lo jangan gampang percaya ya?" Ara langsung mengernyit bingung.
—Skip—
Tidur Ara terganggu dengan sesuatu yang membebani perutnya. Melirik jam weker disebelahnya, pukul 04.45 pagi. Netranya berpindah untuk melihat sesuatu yang berat menangkring diatas perutnya. Ternyata sebuah tangan kekar bertengger disana. Melihat sang pemilik tangan, sontak matanya melebar sempurna. Reyhan, laki-laki itu entah sejak kapan berada didalam kamarnya dan tidur disebelahnya.