[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti biasa, kantin terlihat ramai dipenuhi dengan murid-murid yang ingin menuntaskan rasa lapar dan hausnya. Bel istirahat sudah berbunyi 10 menit lalu. Di meja pojok sudah ada Ara dan Shela yang sedang menunggu pesanannya. Hari ini yang bertugas memesan makanan adalah Raya.
"Ra, Ra coba lo liat ke meja ujung" ucap Shela.
"Kenapa?" tanya Ara yang sudah mengikuti arahan Shela.
"Itu cowok yang bantuin lo waktu pingsan"
"Tapi... " lanjut Shela dengan menggantung kalimatnya.
"Tapi apa?" kepo Ara.
"Gue ngerasa kayak kenal sama tu cowok. Tapi siapa ya?" ucap Shela dengan pandangan menerawang kedepan.
Mendengar ucapan Shela, Ara langsung memperhatikan laki-laki yang dimaksud. Wajah laki-laki itu tak terlihat jelas karena ia sedang memakan makanannya sambil menunduk.
"Taraaa~ " pekikan Raya berhasil membuat Ara terlonjak kaget. Gadis itu datang membawa sebuah nampan berisi 3 piring nasi goreng. Dibelakangnya juga ada salah satu ibu kantin yang membawa minumannya.
"Makasih ya bu" ucap Raya setelah ibu kantin menaruh minumannya.
"Sama-sama neng"
Setelah mengambil nasi goreng dan minumannya, Ara kembali menatap sosok laki-laki yang ia lihat tadi. Beberapa menit berlalu, tapi laki-laki itu tetap saja berada diposisinya. Yaitu menunduk sambil memakan makanannya.
Tapi penantian Ara tak sia-sia. Tak berselang lama, laki-laki yang ia amati sedari tadi akhirnya mengangkat kepalanya menyugar rambut hitamnya kebelakang. Mata Ara melebar begitu saja setelah berhasil mengenali siapa laki-laki itu.
Tak membuang waktu sedetik pun, ia langsung bangkit dari posisi duduknya dan menghampiri laki-laki itu dengan sedikit berlari. Sedangkan Raya dan Shela memandang heran dengan gerak-gerik Ara.
Sesampainya Ara di belakang tubuh laki-laki itu, ia langsung mengetuk pundaknya dengan jari telunjuk. Hal itu tentu saja membuat sang empu menoleh kearahnya.
"Ara?" laki-laki itu langsung berdiri dari posisi duduknya setelah melihat sang pelaku yang mengetuk bahunya.
"ARKHA!" Ara mengukir senyum manis dengan binar diwajahnya.
Laki-laki yang dipanggil 'Arkha' tadi langsung melebarkan kedua tangannya setelah melihat binar diwajah Ara. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ara langsung berhambur ke pelukan Arkha.
"Kemana aja sih? Kenapa gak bilang kalo mau pergi? Lo gak tau aja selama 2 tahun kemarin gue selalu nyariin elo" semprot Ara setelah ia melerai pelukannya.
"Gak ilang-ilang ya penyakit bawel-nya" laki-laki itu berkacak pinggang.