[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat yang dinanti Reyhan akhirnya tiba juga. Hari dimana ia dan timnya akan mengikuti lomba basket di salah satu SMA di daerah Bandung. Sudah dari jam 4 pagi tadi Reyhan berangkat bersama rombongannya. Otomatis Ara juga sibuk untuk mempersiapkan keberangkatan Reyhan tadi.
"Huh, capek juga" ucap Ara mendudukan diri di sofa setelah membantu Reyhan menyiapkan keperluannya dan membereskan apartemen.
Meong...
"Oh iya si meng belum dikasih makan" gumam Ara setelah mendengar suara kucing yang ia pelihara.
Akhirnya Ara memberikan makanan kepada kucingnya, lalu pergi untuk mandi dan bersiap berangkat sekolah.
Pagi ini sekolah di gemparkan dengan berita terbaru, yaitu Sabrina di drop out dari sekolah ini. Entah apa alasannya, pihak sekolah masih menutupinya. Sesampainya di kelas, seperti biasa Ara sudah disambut oleh kedua sahabatnya. Saat menduduki bangkunya, ponsel Ara bergetar tanda ada pesan masuk.
ReyhAnjeng👿
| Ra | Gue udah sampe di Bandung
Trs? |
| Gpp, mau ngabarin aja
Ohh yaudah | Semangat lombanya | ❤ |
"Anjing!" umpat Ara membuat kedua sahabatnya menoleh.
"Kenapa lo?" tanya Shela.
"Kepencet emotnya" jawab Ara sembari memperlihatkan ponselnya.
"Ya tinggal hapus, bego!" balas Raya.
Seketika otak Ara langsung berjalan. Lalu ia langsung menghapus pesan tersebut.
"Asu!" umpat Ara lagi.
"Kenapa lagiii?" geram Shela.
"Gue malah pencet ‘delete for me’"
"GOBLOK!" ucap Shela dan Raya serempak mengumpati kebodohan temannya.
"Yaudah lo tinggal berserah diri aja sama yang diatas" ucap Shela.
Setelah Shela mengucapkan itu, Ara secara tak langsung menunggu balasan dari Reyhan. Ia mengecek ponselnya hampir setiap menit. Tapi belum juga ada balasan dari Reyhan. Dengan sabar Ara menunggunya dengan hati yang gelisah.