[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
⚠️HASIL PEMIKIRAN SENDIRI. ANTI PLAGIAT-PLAGIAT⚠️
⚠️BANYAK KATA KASAR⚠️
⚠️TYPO BERTEBARAN⚠️
Kisah gadis cantik yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan seorang laki-laki tampan demi sebuah perjanjian. Dan siapa sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Minggu, 25 Juli 2021
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Vannya–Daffa dan Natasya–Devan. Tapi tidak dengan Ara dan Reyhan. Hari ini adalah hari dimana Reyhan akan mengucapkan janji suci dan Ara akan menjadi seorang istri.
Reyhan terlihat sangat tampan memakai pakaian serba putih serta peci yang berwarna senada. Tak kalah mempesona, Ara juga terlihat sangat cantik dan anggun memakai pakaian khas pengantin perempuan dan tak lupa polesan make up sangat cocok diwajahnya.
Ara dan Reyhan sudah duduk berdampingan dengan Daffa dan seorang penghulu duduk dihadapannya. Vannya memakaikan selendang putih diatas kepala anaknya dan Reyhan.
Detak jantung Ara berpacu tak karuan. Sedangkan Reyhan terlihat biasa saja. Tak ada tampang gugup yang terpancar diwajahnya.
Ah iya, untuk tamunya hanya dihadiri oleh keluarga besar dari mempelai pria dan wanita saja.
"Bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu tersebut.
"Bisa pak" balas Reyhan. Laki-laki itu langsung menjabat tangan Daffa tanda untuk memulai ijab kabul ini.
Ara memejamkan matanya sambil meremas jari jemari gugup bukan main.
"Bismillahirrahmanirrahim, Reyhan Putra Aditama bin Devan Aditama saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Senja Putri Noviara binti Daffa Sanjaya dengan maskawin berupa uang senilai Lima Ratus Juta US Dollar serta sepasang cincin berlian, dibayar tunai" Daffa memulai ijab kabulnya. Reyhan menarik nafas dalam-dalam sebelum mengucapkan kalimatnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Senja Putri Noviara binti Daffa Sanjaya dengan maskawin tersebut, dibayar tunai" ucap Reyhan lantang dan lancar.
"Bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu.
"SAH!" jawab semua tamu disana.
"Alhamdulillah"
Setelah mengucapkan beberapa do'a, Reyhan mengambil kotak merah yang ada dihadapannya. Mengambil salah satu cincin dan memakaikannya dijari manis nan lentik milik Ara secara perlahan. Gadis itupun juga melakukan hal yang sama kepada Reyhan.
"Cium tangan Reyhan, Ra!" bisik Vannya yang berada dibelakangnya.
"Hah? Yakali gue salim sama bocah tengil ini" batin Ara menolak.
"Cium Ra, cepetan" desak Vannya.
Mau tak mau akhirnya Ara melakukan perintah dari sang mama.