hai hai semua, apa kabar? maaf ya karna telat banget up nya, belakangan ini aku lagi ngurus banyak hal soalnya, hehe. Sorry banget ya buat yg udah nunggu.
ini aku up, tapi jangan lupa voment yaa...
______________________________________
Semuanya kembali seperti semula, saeron hanya diam sejak kejadian kemarin. Wanita itu sama sekali tak bicara atau sekedar menyapa Jaemin.
Entah apa yang ada di pikiran saeron, tapi yang ia tahu hanya satu. Seperti ini akan lebih baik. Tak memberi perhatian pada jaemin, ataupun bertegur sapa dengannya, saeron yakin itu akan membantu dirinya untuk tidak jatuh lebih dalam lagi.
Semalaman saeron tidak bisa tidur karena memikirkan langkah apa yang harus ia ambil. saeron mulai bertekad untuk tak menjatuhkan perasaan apapun lagi pada lelaki itu.
Ia jadi teringat sorot mata Jaemin saat menatapnya dan menatap yiren. Dan perbedaan terlihat jelas disana. Lelaki itu hanya menatap penuh sayang pada yiren, bukan padanya.
'kalo ngehindarin lo sesusah ini jae, gua lebih milih untuk ga kenal sama lo' saeron menahan isak tangisnya.
Ia tak bisa memungkiri rasa sakit hati saat ia harus menghindar dari lelaki yang telah merebut hatinya belakangan ini.
Saeron membekap mulutnya sendiri saat ia rasa suara tangisnya akan keluar, air matanya tak berhenti menetes. Ia merasa hancur dengan perasaannya.
Tok.
Tok.
Tok.
Gadis itu terkesiap, ia menghapus air matanya cepat.
Saeron menghela napasnya, berusaha menetralkan suaranya sendiri, "iya, siapa ya?"
Mata saeron membulat ketika melihat jaemin yang berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Jae?" Lelaki itu mendengus, "yaiyalah gua, emang lo kira siapa?" Tukasnya.
Saeron meringis, "sorry. Oh iya, kenapa? Kok lo tiba-tiba ke kamar gua?" Tanyanya.
"Kita ada acara kumpul bareng, lo ngga di kasi tau rain?"
"Ngga tuh, dia ga chat apapun ke gua. Lo kalo mau berangkat sama yiren berangkat aja gapapa, ntar gua berangkatnya sendiri aja" ujar saeron.
"Yiren gabisa ikut, udah cepetan sama gua aja" ucap jaemin malas.
Saeron masih mematung di tempatnya, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba lelaki itu mau mengajaknya?
"Ck, cepet"
"E..eh i..iya g..gua siap-siap dulu, tunggu ya ga lama kok"
Sekitar lima belas menit, akhirnya saeron sudah siap dengan pakaian dan juga tasnya.
"Yok jae"
"Ck, lama"
Gadis itu mendengus sebal mendengar gumaman Jaemin, namun ia tak memedulikan nya dan berjalan menyusul di belakang.
----
"Widih, tumben amat ni anak dua berangkat bareng, lo kasi makan apa sae si Jaemin?"
"Diem deh lo chan, berisik" lelaki itu mendelik sebal pada jinjoo.
"Durhaka lo sama pacar sendiri" ujarnya kesal.
Saeron hanya tertawa, ia memilih duduk di samping eric yang ternyata juga datang.
"Siapa yang nagajakin lo kesini?" Tanya saeron.
"Renjun tuh, katanya lo ikut jadi gua ikut juga hehe"
KAMU SEDANG MEMBACA
~love is sadness~ [ON GOING]
Fanfictioncerita baru, typo bertebaran⚠️ beberapa part ada yang ga maksud, tapi kalo tertarik ya gapapa. langsung baca aja cusss!
![~love is sadness~ [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/233871758-64-k938151.jpg)