annyeong semuanyaaaa.....
aku balik lagi nih,
maap ya guys kalo cerita ataupun bahasanya kurang bagus dan menarik karna ini tuh cerita pertama aku di wattpad, huhuhuhu.
untuk yg baca jangan lupa vote ya sama komen juga dong biar aku makin semangat, okeee???
______________________________________
Saeron menghampiri jaemin yang terlihat sudah selesai dengan telponnya.
"Jae" panggilnya.
"Udah selesai nelponnya? Lo bisa nganterin gua pulang ga?" Tanya saeron hati-hati.
Lelaki itu tampak mendengus kasar dan memijat pelipisnya.
"Ck, gua gabisa mau ke tempat yiren, lo bareng yang lain aja"
Gadis itu tersenyum pahit mendengar jawaban sarkas Jaemin. Ia hanya mengangguk patuh, walaupun hatinya kembali hancur.
Lagi-lagi yiren.
Sang tokoh perempuan pertama dalam kisah ini.
Memainkan peran sebagai perempuan cantik yang mungkin tak akan pernah bisa disaingi olehnya. Perempuan cerdas yang tak sebanding dengannya.
Dan, perempuan beruntung yang pernah saeron temui dalam hidupnya.
"Sae sini pulang bareng gua" saeron sedikit terkejut saat merasakan tangannya yang digenggam secara tiba-tiba.
Renjun menatap jengah pada jaemin yang tampak tak peduli. Lelaki itu menatap Jaemin geram.
"Lain kali bisa kali ngomongnya ga usah kasar, saeron cewek kalo lo lupa" ujarnya.
"Jun udah, ayo pulang aja" pinta saeron.
Gadis itu melirik Jaemin sekilas, lelaki itu tersenyum remeh menatapnya.
"Suka kan lo sama dia? Ambil aja, gua juga ga sudi"
Saeron memejamkan matanya, ia merasa hatinya kembali sakit.
"Jaga ya omongan lo, cuma pengecut yang bisanya nyakitin cewek, paham?"
Bukan, bukan renjun yang berkata seperti itu. Melainkan Eric.
"Napa lo? suka juga sama ni cewek?" Tanya jaemin menunjuk kearah saeron.
"Maksud lo?" Eric sudah sangat geram dengan perilaku lelaki yang kini menjadi tunangan sahabatnya itu.
Kalau saja ia tak memiliki rasa sabar, mungkin jaemin sudah habis di tangannya sekarang.
Jaemin berjalan mendekati saeron, ia mensejajarkan wajahnya pada wajah gadis itu. Ia tersenyum miring.
"Ternyata selain jadi beban di keluarga gua, lo juga bisa jadi penyebab rusaknya persahabatan orang ya?" Tukasnya sengit.
Saeron terdiam, ia mengepalkan tangannya.
"Lo bener-bener ya jae-" belum sempat renjun maju untuk memukul wajah itu, namun saeron sudah lebih dulu menahannya.
"Udah jun, kita pulang aja" pintanya.
Renjun mendengus sebal. Ia menatap saeron yang sedari tadi hanya diam dengan kepala tertunduk.
"Ayo, lo lebih aman sama gua"
Ia menarik tangan saeron pelan, dan membawa gadis itu kedalam mobilnya.
----
Jaemin menatap gusar ponselnya, ia telah berkali-kali menelpon yiren, namun tak satupun yang dijawab oleh gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
~love is sadness~ [ON GOING]
Fanfictioncerita baru, typo bertebaran⚠️ beberapa part ada yang ga maksud, tapi kalo tertarik ya gapapa. langsung baca aja cusss!
![~love is sadness~ [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/233871758-64-k938151.jpg)