#18

51 13 3
                                        

haiiiii apa kabar nih?

seperti yang aku bilang di episode sebelumnya, kalo aku bakalan up sebisa mungkin.

tapi ternyata aku sibuk banget dari kemaren² tuh, kyk persiapan ujian, mau lebaran juga kan, dan masi banyak lagi deh pokoknya.

jadi maaf banget ya buat yang nungguin cerita aku lanjut.

udah bingung mau ngomong apa lagi, intinya selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak, oke?

-----------------------------------------------------------

saeron dan jaemin baru saja selesai makan malam dengan orang tua jaemin di bawah.

kini keduanya sudah berada di satu kamar, lebih tepatnya kamar jaemin dulu. Saeron melirik sedikit kepada jaemin yang tengah asik bermain game di atas kasur. Sedangkan saeron juga asik membuka media sosialnya di sofa yang ada di ruangan itu.

suasananya sangat canggung, bahkan mereka sudah seperti itu sejak tiga jam lalu, tidak ada yang memulai percakapan.

"jae, gua tidur sofa aja deh" ujar saeron, namun jaemin tampak tak peduli. Lelaki itu masih asik sendiri.

ia menghela napas, "lo aja yang di kasur, biar gua tidur di sofa" saeron terkejut mendengar balasan jaemin.

"ga usah jae, ini kan kamar lo, jadi lo lebih berhak tidur di kasur" tolak gadis itu.

jaemin melempar ponselnya, ia kalah dalam game tersebut.

"ikutin aja kenapa si? lagian gua juga mau pergi, ga sudi juga gua satu ruang tidur sama lo!" marahnya.

saeron terhenyak mendengar kemarahan jaemin, kata-kata menyakitkan itu terlontar lagi dari mulut lelaki itu.

"loh, lo mau kemana jae? ini udah malem" saeron memberanikan diri untuk bertanya.

"yiren, gua mau kerumahnya" jawab jaemin singkat, lelaki itu berjalan keluar kamar, meninggalkan saeron sendirian.

saeron hanya bisa tersenyum pahit menerima kenyataan bahwa jaemin memang bukan untuknya.

pandangannya mengabur setelah kepergian jaemin, ia menangis. Lagi. Untuk kesekian kalinya, dan penyebabnya masih orang yang sama, na jaemin.

namun secepat mungkin saeron menghapus air matanya, ia memilih tak peduli walaupun hatinya masih sakit.

gadis itu berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil baju tidurnya yang memang sengaja ditinggal di rumah ini.

saeron keluar kamar mandi, ia sudah mengenakan piyamanya, gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ia baru sadar bahwa kamar ini sangat mendeskripsikan seorang jaemin.

ia duduk di atas kasur dan mengecek ponselnya, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan jaemin belum juga pulang.

"yaudah deh gua tidur aja, paling ntar juga pulang" pikirnya.

*****

"sini kamu! dasar anak kurang ajar!" saeron merintih kesakitan, ia mengerang meminta ampun kepada ibunya.

gadis itu diseret menuju gudang, bahkan ibunya juga menarik rambutnya kuat.

"ma ampun ma, sae minta maaf" lirihnya.

gadis itu terlempar ke dalam gudang kosong yang penuh debu, tempat itu sangat gelap dan tidak ada pencahayaan apapun.

"MASIH BERANI KAMU MANGGIL SAYA MAMA!? IYA!? KAMU ITU BUKAN ANAK SAYA! NGERTI GA SIH!?" saeron kecil hanya meringkuk menahan sakit.

~love is sadness~ [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang