Langit sore mulai menjelang, membuat suasana pantai begitu lebih indah dari biasanya. Saeron memandangi semua itu dari kaca jendela mobil yang tengah berjalan tenang.
Ia mencoba melupakan pertengkaran nya dengan Jaemin. Kali pertama Saeron berani membentak lelaki itu. Ia sendiripun kaget. Tapi Saeron bisa apa? Perkataan Jaemin benar-benar sudah diluar batas.
"Sayang banget ga bisa nginep, padahal view nya bagus banget." Ujar Yuna sedih.
"Iya deh, ntar kapan kapan kita nginep bareng di villa." Semua orang bersorak senang mendengar penuturan Renjun barusan.
Kecuali Jaemin dan Saeron yang sibuk dengan pikiran dan kegiatannya masing-masing.
"Udah kali Jae main hpnya, kamu dari di villa tadi ga berhenti main game loh, nanti matanya sakit." Ujar Yiren.
Gadis itu sebenarnya agak sedikit bingung melihat sikap Jaemin yang tiba-tiba diam sedari di villa tadi. Lelaki itu terus bermain game tanpa peduli dengan sekitar.
Semua orang memandang ke arah Jaemin, mereka setuju dengan ucapan Yiren barusan.
"Hm, nanti." Jawabnya.
Yiren menghela napas. Ia pasrah jika Jaemin sudah seperti ini.
Namun tidak bagi Saeron. Gadis yang duduk tepat di samping Yiren dan Jaemin itu langsung dengan cepat bertindak.
Ia dengan cepat mengambil handphone lelaki itu, lalu menyimpannya di tas.
Jaemin menoleh dengan wajah kesal, tapi kekesalannya ia redakan saat tahu bahwa Saeron lah yang mengambil ponselnya. Lelaki itu menghadap jendela, mencoba tak peduli.
Perkataan Saeron tadi selalu membayangi nya, itulah mengapa Jaemin memilih untuk tidak bicara dulu terhadap gadis itu.
"Tumben si Jaemin ga marah-marah" Bisik Yuna yang duduk di belakang Saeron.
"Coba aja ada Jinjoo sama Rain pasti mereka udah heboh nih mereka." Saeron terkekeh geli mendengar ucapan Yuna.
Sedangkan disisi lain, Yiren hanya diam menunduk, ia tersenyum pahit menatap Jaemin yang duduk di sampingnya.
Ia bergantian menatap Saeron dan Jaemin yang duduk bersampingan dengannya.
'Kayaknya ada masalah sama Saeron.'
Batinnya.
***
Hari ini adalah hari pertama Saeron masuk sekolah, setelah berhari-hari ia tidak bisa masuk karena harus menjaga Jaemin yang masuk rumah sakit.
Gadis itu berjalan tenang di koridor menuju kelasnya, rambut panjangnya tampak berayun lembut. Ia memerhatikan beberapa siswa-siswi yang tengah asyik bercerita satu sama lain.
"Saeron." Saeron terlihat bingung tatkala ia mendengar suara yang memanggilnya.
Lalu dari arah depannya, Yiren tampak berlari kecil menghampirinya. Gadis bermarga Park itu terlihat bingung.
"Yiren?" Tanya Saeron, "Lo yang manggil gua barusan?" Lanjutnya. Yiren mengangguk.
"Gua mau ngomong sebentar bisa?" Ujar Yiren sedikit memohon.
Sedang Saeron masih terlihat bingung, "Sama gua? Mau ngomong apa?" Tanyanya.
Yiren mengangguk, "Iya sebentar aja kok, lagian bel masuk masih agak lama." Ucap Yiren sembari melihat jam yang dipakainya.
"Ya udah, mau ngomong dimana?" Tanya Saeron, membuat gadis cantik dihadapannya itu tersenyum.
"Jangan disini, ke taman belakang aja deh." Yiren melangkah maju mendahului Saeron.
KAMU SEDANG MEMBACA
~love is sadness~ [ON GOING]
Fiksi Penggemarcerita baru, typo bertebaran⚠️ beberapa part ada yang ga maksud, tapi kalo tertarik ya gapapa. langsung baca aja cusss!
![~love is sadness~ [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/233871758-64-k938151.jpg)