Chapter 02 ☘️

6.9K 772 71
                                        

~𝔞𝔭𝔭𝔶 𝔢𝔞𝔡𝔦𝔫𝔤~

Jarum jam bergerak, menunjukkan pukul jam dua belas siang. Namun sosok (Name) belum terbangun dari tidur panjangnya.

Selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya, dari atas hingga bawah kakinya. Malam kemarin memang sangat dingin, begitupun dengan siang hari ini.

Meskipun sudah bangun, tapi rasa kantuk selalu menyerang ketika cuaca dingin seperti ini dan membuatnya ingin kembali ke kasur kesayangannya.

Hingga ini semua berakhir ketika ponselnya bergetar dan membuatnya harus terbangun dari tidurnya dengan keadaan seperti orang cengo.

"Halo?"

"Dengan siapa?,dimana?, berapa?, kapan?, bagaimana?, kenapa?, dan mengapa?" Mendengar ucapan (Name), yang menelfon hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"(Name), jangan katakan kau baru bangun sekarang"

"Hei, siapa kau?" Tanyanya yang masih setengah sadar.

"Ini aku (Name), onii-chan mu, Ryuchi..."

"Hah?, Onii-chan, ada apa kau menelfon di pagi hari ini?"

"Astaga..."

"Hanya untuk mengecek apakah kau sudah bangun atau belum (Name) dan juga, kemungkinan besar nii-chan akan pulang ke Jepang"

"Lalu jangan lupakan, saat nii-chan sampai di rumah jangan sampai kau masih tidur!"

'Tut!'

Telfon dimatikan secara sepihak dan (Name) manggut-manggut tak jelas.

Kepala miliknya terasa sangat berat dan tubuhnya sangat ingin sekali kembali terbaring di kasur empuk dan juga ingin kembali menggulung diri ke dalam hangatnya selimut.

Tapi naas, disaat badannya mulai kehilangan keseimbangan dan ambruk, ia malah jatuh ke arah yang salah dan menyebabkan tubuhnya terjatuh mencium lantai dengan keras dan bukan jatuh ke kasur empuknya.

'Bruk!'

"Oh shit!"

Nyawa di dalam tubuhnya seketika terkumpul. Tubuhnya jatuh dengan kepalanya yang terlebih dahulu mengenai lantai dan lebih sialnya harus terkena pintu lemari.

"Argh!, Lemari sialan!" Gerutunya sembari mengusap kepalanya yang terasa sakit.

Di kala dirinya mengalihkan pandangannya dan sembari mengangkat tubuhnya kembali, dunia di dalam kamarnya seperti berputar dan membuatnya harus kembali terjatuh ke lantai dengan kepalanya juga yang mengenai ujung ranjang yang keras.

Sungguh sial sekali di pagi hari ini...

"Astaga, ada apa dengan pagi hari ku kali ini kami-sama!"

Dengan bersusah payah (Name) mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju pintu untuk keluar serta membersihkan diri.

Disaat keluar dari ruangan kamarnya, nampak ruang tamu yang hanya diisi oleh sofa-sofa satu meja berada di tengahnya, jangan lupakan Mizu yang tertidur di salah satu sofa.

Di sebelah kanan kamarnya, ada dua kamar kosong milik sang kakak dan adik pertamanya, di depan kamar miliknya, ada juga sebuah kamar kosong milik orang tuanya.

Sedangkan di samping kirinya terdapat kamar kosong yang belum ia ketahui itu milik siapa, bahkan masuk kedalam kamarnya pun ia belum pernah.

"Anjay kosong kek hati saya," ucapnya yang di hadiahi jatuh tersungkur ke depan karena pegangan tangannya pada pintu terlepas sendirinya.

𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭 : 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang