~ℌ𝔞𝔭𝔭𝔶 ℜ𝔢𝔞𝔡𝔦𝔫𝔤~
Tubuh mungilnya terbalut dengan yukata berwarna biru muda dengan bunga-bunga kecil berwarna ungu menghiasi yukata miliknya.
Awalanya ia ingin mengenakan kemeja putih saja serta celana hitam panjang longgar saja, tapi dirinya merasa kurang cocok ketika menggunakan baju tersebut untuk pergi ke festival.
Rambut hitam panjang miliknya ia cepol dan sedikit menyisakan beberapa helai rambut di depannya. Sebuah jepit rambut berbentuk bunga daisy tertempel di bagian sebelah kiri kepalanya.
"Aku benci berpakaian seperti ini," gerutunya ketika melihat pantulan dirinya di cermin. Jujur saja, ia tak terlalu suka berpakaian feminim seperti perempuan di luar sana dan lebih menyukai mengenakan pakaian seperti laki-laki.
"(Name) kali ini kau harus bersabar mengenakan pakaian seperti ini. Mungkin ini akan sedikit menguji kesabaran mu, jadi kau harus bersemangat," ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Hey ayolah, siapa yang tak suka dengan pakaian yang membuat gerakan kita menjadi terbatas?, Bahkan ingin berjalan pun harus seperti seorang cabe-cabean.
Disaat tengah asyik bercermin, ponsel miliknya berdering, layar ponselnya menyala dan menunjukkan sebuah panggilan dengan nama 'Taka-chan' tertulis di layarnya.
Dahinya mengernyit heran. Karena jarang sekali Mitsuya menelfon dirinya disaat seperti ini. Dengan segera ia mengangkat telfonnya.
"Moshi moshi Taka-chan."
"Doushitano?"
"Aku sudah berada di depan pintu rumah mu (Name), bisakah kau cepat menemui ku?"
"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu."
(Name) mengerjap pelan dan mengangguk kecil. "Sou desu nee, aku akan segera ke bawah."
'Tut!'
Telfon dimatikan secara sepihak. Ponselnya ia simpan di atas meja rias miliknya dan memasukkan beberapa barang ke dalam saku celananya.
Kakinya jenjangnya melangkah keluar ke kamar miliknya, menuju lantai bawah tempat pintu rumah berada. Di ruang tamu ia mendapati Rey dan Ethan tengah terduduk menyaksikan beberapa acara di tv bersama dengan kucingnya yang bernama Mizu.
"Rey, tolong jaga rumah dengan baik. Ku titipkan Ethan padamu."
"Mungkin aku agak lama pergi jadi tolonglah tetap berada di rumah," ujarnya. Rey mengangguk mengerti dan melirik ke arahnya sekilas.
"Jangan pulang terlalu larut, Ryuchi-nii juga mungkin akan khawatir jika nee-chan belum pulang," ucap Rey.
"Oh yeah, tapi aku tak bisa berjanji Rey."
'Blam!'
Pintu di tutup dari luar oleh (Name). Langit malam berhias taburan bintang terlihat menawan di pandangannya. Dihadapannya sudah ada Mitsuya yang duduk di motor miliknya dan memberikan isyarat agar dirinya segera duduk di jok belakangnya.
"Hayaku (Name)," pinta Mitsuya agar (Name) cepat naik ke atas motornya.
Alis (Name) berkedut ketika melihat sifat Mitsuya yang berbeda dari biasanya. Apa mungkin dia memiliki sebuah masalah atau sebagainya?, Entahlah, dirinya tak terlalu ingin mengurusi hidup orang lain.
"(Name), apa kali kau bisa membantu ku untuk kali ini?"
Muncul tanda tanya besar di benaknya. "Ya boleh saja. Tapi ada apa dengan mu Taka-chan, kau terlihat mengkhawatirkan sesuatu."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭 : 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
Fiksi Penggemar[Completed] ❝𝐃𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐜𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐤𝐚𝐦𝐢❞ Cahaya kecil yang muncul di tengah-tengah gelapnya geng yang bernama Tokyo Manji dan menghilang di saat sedang bersinar terang. Dia adalah Yamamoto (Name). Seorang gadis...
![𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭 : 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]](https://img.wattpad.com/cover/273793911-64-k650169.jpg)