[Completed]
❝𝐃𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐜𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐤𝐚𝐦𝐢❞
Cahaya kecil yang muncul di tengah-tengah gelapnya geng yang bernama Tokyo Manji dan menghilang di saat sedang bersinar terang.
Dia adalah Yamamoto (Name). Seorang gadis...
Hay-!!! Sorry baru up heheh author sbk sama matsama dari Minggu kmrn.
Sorry kalau chapter kali ini krng memuaskan:(( Jangan lupa vote end commantny (. ❛ ᴗ ❛.)
~ℌ𝔞𝔭𝔭𝔶 ℜ𝔢𝔞𝔡𝔦𝔫𝔤~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angin kencang berhembus menerpa tirai jendela ruangan. Nampak seorang gadis cantik tengah terduduk di sebuah bangku, dengan sebuah meja yang diatasnya terdapat mesin jahit berukuran sedang.
Dia (Name), Yamamoto (Name). Dirinya kini sedang fokus untuk menghias sebuah gaun pesanan kliennya itu.
Saat tadi pagi, kakaknya, Ryuichi sudah membelikan kebutuhan kainnya dan juga pernak-pernik untuk hiasan gaun yang akan mempercantik tampilannya.
Bagaimana tak indah, balutan gaun berwarna merah maroon di padukan dengan payet berwarna emas dengan mutiara putih kecil yang melingkar pada gaun yang terpasang pada boneka manekin. Jangan lupakan berlian kecil yang menghiasi sisi tiap gaun serta beberapa bagian di atasnya.
"Sedikit lagi..."
"Ayo..."
Hanya tinggal menempelkan satu berlian kecil lagi,(Name) harus fokus dengan langkah terakhir. Dekat, semakin dekat, dekat, dan-
"Hey (Name), sudah selesai kah?"
'Kriet!'
Tiba-tiba pintu terbuka dan menghancurkan kefokusan (Name) begitu saja dan membuat berlian kecil tersebut jatuh ke lantai. Tangannya mengepal, perempatan imajiner tercetak pada dahinya dan sudut atas bibir bagian kirinya terangkat lantaran merasa jengkel.
'Ctak!'
"Oh shit!, Jangan lagi kau mengganggu ku yang sedang fokus, b¡tch!" (Name) membenarkan posisi kacamatanya dengan kasar dan menahan sekilas nafasnya lalu membuangnya dengan kasar juga.
"(Name), itu kata-kata mu untuk ku hah?"
"Bahasa kasar apa itu?, Dan siapa yang mengajarkan mu seperti itu?" Ia menolehkan kepalanya patah-patah dan mendapati sosok kakaknya tengah berdiri di ambang pintu dengan aura menyeramkan. Di tangannya ada sepasang gaun yang baru saja ia jahit berwarna sama dengan yang kini sedang ia hiasi.
"Gomen, gomen, aku sedang fokus jadi aku tidak mau di ganggu nii-chan..."
(Name) kembali memasangkan berlian kecil tersebut pada gaun yang berada di hadapannya itu, sedangkan kakaknya menyimpan gaun yang baru saja tadi ia bawa pada boneka manekin.