~ℌ𝔞𝔭𝔭𝔶 ℜ𝔢𝔞𝔡𝔦𝔫𝔤~
'Hangat...'
Matanya terpejam menikmati kehangatan yang menjalar di sekujur tubuhnya. Sebuah tangan memeluknya dengan erat.
Pandangannya yang mengabur perlahan mulai jelas. Netranya menangkap wajah tenang kakak perempuannya yang tertidur pulas sembari memeluknya.
Ia terkesima melihat wajah milik kakaknya yang begitu cantik nan tenang tersebut. Dimana sebuah mutiara indah tersembunyi di balik tenangnya ia tertidur.
Hembusan nafas teratur serta lengkungan tipis di bibirnya yang masih dapat ia lihat walaupun sang empunya sudah tertidur sekalipun.
"Cantik..." Tanpa disadari dirinya mengucapkan itu. Dan sedikit terkejut ketika sang kakak membuka sebelah matanya.
"Hey..."
"Ayo tidur...ini sudah malam..."
Rey sedikit terkejut sekaligus lega melihat kakaknya yang ternyata tengah melindur.
"Huft..."
"Nee onee-chan~" Rey dengan usilnya memanggil nama kakaknya. Ia berfikir jika kakaknya tidak akan mendengar dan hanya akan menjawab asal karena dirinya sedang melindur.
"Apa manggil-manggil?"
"Minta santet?"
Matanya langsung melotot mendengar ucapan (Name) yang seperti sebuah panggilan alam padanya. Jantungnya di dalam sana sedang berkonser serta tubuhnya yang mengeluarkan keringat dingin.
"Cepetan tidur!"
"Tidur susah bangun susah!"
"Mending kalau jadi aset keluarga. Lah ini, malah jadi beban keluarga!"
"Udah cepet tidur!, Nee-chan potong uang jajan kamu mam-"
"Iya-iya mah Rey tidur, Rey tidur sekarang," Rey menyahut ucapannya dengan seluruh tubuhnya yang ikut menciut mendengar ceramah singa betina di sebelahnya dan tepat di sebelah telinganya.
"Mah, mah, siapa yang kau bilang begitu-zzz..." nada bicara (Name) seketika berubah drastis menjadi seperti orang kelelahan dan berakhir dengan kembali tertidur serta dengkuran halus terdengar di telinganya.
"Chotto?!"
"Kau melindur lagi onee-chan?!" Rey berteriak keras melihatnya kakaknya yang ternyata masih melindur dan bukan terbangun.
"Berisik kau, ku jahit mulutmu itu biar kau mampus kagak bisa ngomong!" teriak (Name) yang membuat Rey gelagapan untuk mencari posisi tidurnya.
"Eh! Iya-iya Rey tidur sekarang!" timpal Rey pada teriakan darinya.
❁
Pagi hari telah tiba. Suasana dingin nan sejuknya menyeruak keseluruh penjuru kota. Hari ini lumayan dingin, namun berbeda dengan yang di rasakan oleh (Name).
Di pagi hari ini suasana otaknya dibuat panas oleh pelajaran di hari pertamanya menyatu dengan sekolah.
Dimana para pelajaran killer bersatu kali ini, ditambah lagi sang guru yang tancap gas menjelaskannya.
Matematika, fisika, kimia, biologi. Empat pelajaran mematikan itu sekarang berkumpul. Pelajaran yang sangat-sangat tidak bisa di terima di otak para murid di kelasnya.
Lalu, apa yang membuat mereka stress?
Guru keempat pelajaran mematikan tersebut sama dengan yang sedang mengajar matematika sekarang:").
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭 : 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
Fanfiction[Completed] ❝𝐃𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐜𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐤𝐚𝐦𝐢❞ Cahaya kecil yang muncul di tengah-tengah gelapnya geng yang bernama Tokyo Manji dan menghilang di saat sedang bersinar terang. Dia adalah Yamamoto (Name). Seorang gadis...
![𝐋𝐨𝐬𝐭 𝐋𝐢𝐠𝐡𝐭 : 𝐓𝐨𝐤𝐲𝐨 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐬 [ 𝐄𝐍𝐃 ]](https://img.wattpad.com/cover/273793911-64-k650169.jpg)