BAB 11 : MIMPI BURUK

69.8K 7K 896
                                        

"Tidak mudah memliki banyak Surga di dalam rumah tangga. Sebab Surga itu akan berubah menjadi Neraka"

Ditinggal bentar aja udah nyamperin sayangnya, Mas. Duhh gemesnya.

"Gausah lari-lari sayang," Sadam ikut berteriak.

Saat posisi Sadam dan istrinya sudah dekat ia ingin segera memeluk sang istri tapi ia malah didorong dengan sangat keras dan mimpi buruk itu pun tidak bisa dihindari.

BRUK

ARGHHHHHHH

"Bila, sayang," jantung Sadam terasa berhenti bekerja.

"BILAAAAA!!!"

Sadam terus mengguncang-guncang tubuh berlumur darah istrinya. Mata istrinya tidak boleh tepejam, jangan... Jangan ... Nabilanya harusnya tetap tersadar.

Ya Allah tolong.... Tolong istri dan anak hambaaa... Hamba mohon... Hamba mohonnn,- jeritan do'a dalam hati.

"Mas, maaf,-" dan mata teduh itu sudah mulai tertutup perlahan-lahan.

"No... !!!!No, No, No, sayang. Ayo buka mata kamu, please. Please, please ya Allah tolong... Ya Allah," rintihan suara Sadam menangisi istrinya begitu menyayat banyak warga yang kini sedang menyaksikan kecelakaan tragis itu.

"AMBULANCE!!!! PANGGILKAN AMBULANCE TOLONG!!! TOLONG KAMI!!! TOLONG ISTRI DAN ANAK SAYA, HIKS TOLONG!! TOLONG!!" teriakan minta tolong Sadam pada warga sambil memohon-mohon menangkupkan kedua tangannya di diatas kepala dengan wajah penuh air mata.

"Ambulancenya sudah kami hubungi beberapa menit yang lalu pak, tapi sepertinya akan sedikit terlambat karena ada demo unjuk rasa sekitaran jalan menuju kesini," ujar salah satu warga.

"Bertahan, sayang. Aku mohon. Ambulancenya datang sebentar lagi. Aku tahu kamu dan anak kita pasti kuat." ucap Sadam sambil menangis dan memangku kepala berlumuran darah istrinya.

Warga sekitar yang menyaksikan itu semua tidak ada yang tidak ikut menangis.

Melihat seorang ibu hamil tertabrak karena katanya menolong sang suami. Mereka semua ikut mendo'akan keselamatan ibu hamil dan anaknya itu diam-diam.

"Ada apa rame-rame dari tadi pak bu?"

"Ada kecelakaan."

"Mobil pick up nabrak ibu hamil."

"Kecelakaan ya Allah."

"Innalillahi yang ketabrak ibu hamil."

"Ya Allah kasian banget ibu hamilnya."

"Supirnya itu woy tarik dia."

"Iya bawa kepolisi."

Beberapa warga mulai menarik paksa supir mobil pick up yang sedari tadi hanya syok melihat bahwa ia telah menabrak orang.

Supir mobil itu mengatakan bahwa ia sangat mengantuk karena harus membawa banyak sayuran segar ke pasar sejak pukul 01.30 dini hari dan belum tidur sama sekali sejak dua hari.

Warga tetap menariknya dan membawanya ke pak RT setempat sebelum di bawa kepihak yang berwajib.

Kemudian suara mobil ambulance terdengar oleh.

"Alhamdulillah ambulance-nya Pak sudah datang, mari saya bantu angkat masuk ke dalam istrinya." ucap salah satu warga.

"NGGAK! NGGA BOLEH ADA LAKI-LAKI LAIN YANG MENYENTUH ISTRI SAYA!" teriakan Sadam menggelegar di taman itu.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang