BAB 17 : ALASAN INDIRA

72K 7.2K 2.3K
                                        

SPAM KOMENNYA DONG♥♥♥♥

VOTE NYA JANGAN LUPA OKEY♥

FOLLOW SEBELUM MEMBACA♥


ISTIGHFAR JANGAN LUPA♥

EH PART INI NGGA BERAT-BERAT AMAT KOK♥

PANASIN PERJANJIAN DUA SURGA♥

Happy reading♥

♥♥♥

"Di mata nya ia menyimpan banyak luka. Namun bibir nya selalu mengatakan tidak. Itulah hebatnya ketulusan seorang  wanita♥"

"Nathan!"

Panggilan dari seseorang membuat lelaki bersneli itu menengok ke arah datangnya suara.

"Shift pagi, lu? Apa kabar?" sapa seorang wanita dengan rambut curly tergerai nya.

"Assalamu'alaikum, Dira." salam Nathan.

"Eh iya sorry lupa salam. Wa'alaikum salam," jawab Indira malu karena lupa mengucapkan salam sesama umat Islam.

"Gue shift middle, Kabar baik Alhamdulillah." jawab Nathan.

"Caffe yuk. Gue belum sarapan nih. Gue traktir deh, special temen lama." ajak Dira.

"Oke," setuju Nathan saat melihat jam rolex di pergelangan tangannya masih menunjukan pukul 07.48 WIB.

Mereka berjalan bersisian menyebrangi jalan raya menuju caffe di seberang rumah sakit.

Setelah tiba mereka duduk dan langsung memanggil salah satu barista yang ada untuk menyebutkan pesanan keduanya.

"Gue lagi nunggu suami gue yang dirawat di sini udah empat hari. Gantian sama mertua gue, dia lagi pulang kerumah dulu sekarang istirahat kasian udah nginep tiga hari dirumah sakit nungguin anaknya," cerita Indira tanpa ditanya.

Nathan yang sedang bersandar pada kursi caffe sambil bersedekap dada sedikit syok mendengarnya.

Apa Nabila juga ada di sini? Bukankan suami mereka sama?

"Gimana keadaan suami lo sekarang?" ingin tahu Nathan.

"Alhamdulillah udah melewati masa kritisnya. Tinggal nunggu mas Sadam sadar,"

"Kenapa, lu mau jadi istri kedua?" tanya Nathan mengagetkan Indira akan pertanyaan yang menurutnya privasi itu.

"Ma-maksud lo apa yah, Than?" gugup Indira.

"Gue ngga sengaja denger semuanya,"

"Gue,-"

"Permisi mbak, mas. Ini pesanannya." sela si barista membawa nampan berisi pesanan mereka.

Satu americano, satu matcha coffee dan dua croissant almond ukuran medium.

"Makasih mba," ucap Nathan.

Sedangkan Indira seakan sudah tidak berminat dengan sarapan di depannya padahal ia yang paling bersemangat mengajak Nathan meminum kopi bersama.

"Lo boleh sarapan dulu. Satu setengah jam kosong cukup buat nunggu jawaban yang gue butuhin." Ujar Nathan lalu menyesap sedikit americano miliknya yang masih panas.

"Gue, terpaksa Nathan. Gue harap lo ngga kasih informasi ini ke siapa pun." mohon Indira memandang penuh harap pada teman sekolah nya itu.

"Gue mohon Nathan. Apalagi sampai teman-teman angkatan kita tahu bahwa gue jadi istri kedua. Lu tahu pandangan apa yang bakal gue dapet," khawatir Indira terlihat dari tatapannya.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang