SHARE, SPAM KOMEN DAN VOTE NYA JANGAN LUPSI GENGS🤩 UDAH KAN??
InsyaAllah, dengan izin Allah... Aku menerima Husein Albar sebagai suami ku😊 Eh maksudnya sebagai suami Nabila atas izin para readers♥
Sadam be like: Berani lo semua sama gue? Lawan Bunda gue dong😏
Mang Imad dateng langsung julid : Eleh bunda kaya kue be di banggain😒
Author dateng: Anak-anak masuk cefatttt udah mau di mulai cerita kalian!!!!
Happy reading♥
♥♥♥
"Kapan kita akan jatuh cinta? Tidak tahu! Kapan kita akan pergi dari cinta itu? Saat kita di sakiti! Jika itu terjadi, Pergilah... Jangan kau sakiti hatimu sendiri"
Mata terpejam itu berkedut untuk menyesuaikan cahaya yang masuk, hingga nampak manik hazel itu terbuka.
Sadam sadar bahwa dirinya sedang terbaring di brankar rumah sakit, karena terlihat ruangan serba putih tulang dengan aroma disinfektan tercium khas rumah sakit juga selang infus terpasang di tangannya.
Bayangan dirinya kecelakaan saat akan menjemput istri pertamanya muncul.
Kecepatan mobil yang saat itu Sadam kendarai di atas rata-rata juga ucapan yang terucap oleh mulutnya saat menyetir mobil membuatnya menyesal.
Sadam lupa bahwa setiap ucapan adalah do'a.
Jika dirinya tidak kecelakaan dan terbaring disini, mungkin saat ini ia dan keluarga kecilnya sedang berkumpul bersama.
Melihat Nabila yang menggendong Syakiel, menyuapi dan memandikannya. Dan Sadam yang merecoki mereka nantinya untuk bergabung juga bersama istri keduanya Indira.
Mereka akan hidup damai dirumah itu, walaupun ia tahu bahwa rumah itu adalah hadiah darinya untuk Nabila.
Tapi sekarang sudah ada Syakiel dan Indira yang menjadi bagian mereka juga. Sadam berharap kemarahan Nabila segera pudar dan keluarga bahagia mereka bisa kembali seperti sebelum kecelakaan Nabila terjadi.
Dengan dua anggota baru di dalamnya.
Saat memikirkan itu senyum di wajah pucat Sadam terbit. Tanpa pikir panjang lagi dirinya langsung mencabut alat infus yang terpasang di punggung tangan kirinya.
"Awsshh, Astaghfirullah." ringis Sadam perih saat infus itu berhasil tercabut dengan paksa.
Darah keluar di punggung tangannya tapi Sadam tidak peduli.
"Mas akan jemput kamu, sayang. Tunggu mas." gumam Sadam.
Tanpa mengganti baju pasien nya Sadam mulai melangkah keluar sebelum ada suster atau dokter yang melihatnya.
Karena sudah pasti dirinya akan dilarang beranjak dari brankar itu.
Berapa lama aku terbaring di rumah sakit ini, kenapa tubuhku lemas sekali rasanya,- bathin Sadam bertanya.
Sadam memaksakan kakinya untuk melangkah dan menopang tubuhnya yang begitu lemas seperti tidak memiliki tulang.
Untungnya lorong rumah sakit bagian VVIP tidak terlalu banyak orang yang berlalu-lalang. Hanya segelintir orang dan bukan suster atau dokter rumah sakit ini.
"Doakan ayah yah nak, agar bisa segera membawa bunda untuk bertemu dengan kamu," gumam Sadam sambil melangkah melewati parkiran rumah sakit.
Sampai ada yang memanggil namanya hingga membuat dirinya mematung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
EspiritualCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
