BAB 39: PRAHARA BARU

63.3K 8.5K 4.1K
                                        

Telat 10 menit lupa hampir aja😗

Sadam kasian udah kena mental duluan  di Grup sama dm instagramnya 🐳

♥♥♥

"Women should know their worth. Wanita harus tahu nilai mereka "

 Wanita harus tahu nilai mereka "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sadam Adnan
(versi Obi)

"Omong kosong apa yang istrimu katakan itu, Gerry." geram Sadam menatap tajam Naysila.

Naysila pun tak kalah tajam menatap suami sialan dari sahabatnya itu.

"Itu semua kebenaran, Sadam. Dan kau laki-laki yang masih mengikuti semua perintah tidak benar dari bundamu apa bisa disebut sebagai kepala keluarga?" cemooh Naysila.

"By, udah. Kamu denger sendiri tadi Sadam melakukan itu juga terpaksa. Jika ia menolaknya maka Bunda Tania akan melepas semua alat-alat penopang kehidupan dari Nabila." komentar Gerry mencoba menenagkan kemarah dari Istrinya.

"Kamu diam yah, Mas." peringat Naysila.

"Dan wanita seperti ini yang kau nikahi itu, Sadam?" kini mata Naysila kembali menatap Sadam.

"Ah, dia hanya laki-laki bodoh yang seperti robot. Berarti sekarang aku harus berhadapan dengan madu sahabatku saja." ujar Naysila yang langsung berbalik.

Tujuannya sekarang untuk mencari keberadaan wanita tidak berperasaan itu dan memberinya pelajaran.

Semua panggilan dari orang-orang yang mencoba menghalanginya tidak Naysila gubris sama  sekali.

Enak saja ia disuruh diam saat ada ketidakadilan di depan matanya. Jiwanya sebagai anak dari pengacara terkenal Herry Hartono memberontak tidak ingin tinggal diam.

Terlebih semua itu dialami oleh sahabatnya sendiri.

♥♥♥

"Permisi, Om. Apa Sadam masih ada di sini?" tanya Hikam yang tiba-tiba datang.

"Wa'alaikum salam warrahmatullah."

"Eh, maaf Om. Saya lupa." kikuk Hikam.

"Saya benar-benar butuh bertemu dengan menantu Om yang bodoh itu." kikuk Hikam dengan berbicara blak-blakan pada mertua sahabatnya.

"Yah, kasian putri saya memiliki suami seperti sahabatmu itu." utara Papa Salman menepuk pundak sahabat dari menantunya.

"Temui saja, nak. Om tinggal dulu."

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang