BAB 51 : PENYESALAN SADAM

120K 14.5K 14.3K
                                        

15k Vote buat lanjut

Semangat Obi updatenya!!! Oke semangat juga kalian vote nya♥

Votenya ngga tembus terus nihhh tapi mintanya up cepet mulu. Baiklah karena ini special permintaan ibu-ibu Indonesia maupun luar Indonesia, rapopo.

♥♥♥

"Aku kembali dengan semua penyesalan yang mencekik ini. Tolong jangan menjauh dariku, ini menyakitkan"


Keputusan itu tidak akan lagi Nabila tunda meski menyakitkan.

Anak-anak akan tetap ia beritahu siapa Ayahnya.

Mereka juga akan ia biarkan bertemu Ayahnya, bermain dan berkomunikasi dengan Ayahnya. Karena memang ia tahu tidak akan ada mantan anak atau mantan orang tua di dunia ini.

"Jangan marah sama Bunda karena pisahin kalian sementara sama Ayah yah, nak."

"Kelak kalian akan tahu apa yang menjadi alasan Bunda menjauh dari Ayah kalian."

"Tapi, Nak. Bunda akan berdoa kalian tidak akan pernah kehilangan kasih sayang. Ayah dan Bunda akan bekerjasama untuk ini." janji Nabila cukup yakin.

"Terima kasih sudah hadir dalam hidup Bunda dan Ayah."

Ceklek

Pintu kamar Nabila dibuka dari luar. Ternyata sang Ayah yang membukanya.

"MasyaAllah, antengnya cucu kakek." terharu Papa Salman menatap kedua cucunya.

"Cucu siapa dulu dong ini," balas Nabila meniru suara anak kecil.

"Jelas cucu kakek. Sini kakek gantian kakek yang gendong Kabir dan Khaira. Dari kemaren kakek ngga kebagian gendong berebut sama tante dan om-om kalian." curhat Papa Salman.

Memang sejak sepulang Nabila dan kembar dari penjara, Kabir dan Khaira menjadi bahan rebutan untuk di gendong oleh Rizki, Gerry, Naysila dan dokter Ayumi.

Hingga sang kakek dan neneknya tidak dapat giliran menggendong bayi itu, karena takut kedua bayi kembar itu kelelahan terus digendong.

Mereka semua kini ada di rumah bergaya minimalis tropis milik Rizki. Entah apa alasan adik dari Nabila tersebut membangun rumah jauh dari rumah orang tuanya yang berada di Bogor.

Tapi sekarang, rumah itu bermaanfaat untuk menjadi tempat pelarian sementara Nabila dan kedua bayi kembarnya.

"Maafkan Papa, nak." ucap Papa Salman setelah meletakan si cantik Khaira dalam box bayi.

Nabila ikut meletakan Kabir dalam box bayi di sebelah Khaira. Lalu ia langsung menghambur kepelukan sang Papa, cinta pertamanya.

"Bila nyerah, Papa... Bila nyerah..." adu Nabila menangis terisak dipelukkan Papa Salman.

"Sakit... Hati Bila sakit banget, Papa." isak Nabila mengadu pada sang Papa.

"Apa keputusan Bila sudah benar?" Papa Salman mengangguk ikut terisak.

"Apa setelah ini Kabir dan Khaira akan membenci Bundanya sendiri karena menjadi alasan mereka jauh dari Ayahnya?" kali ini Papa Salman menggeleng cepat.

Mata pria paruh baya itu sudah memerah. Dadanya sakit melihat kerapuhan putrinya lagi.

"Bila bukan Bunda yang jahat untuk mereka kan, Pa?"

"Allah membenci perceraian, Papa. Bila gagal menjalani ujian pernikahan ini. Bila ngga kuat. Sakit banget, Papa." isakan putrinya begitu menyesakkan untuknya.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang