ASSALAMUALAIKUM, OBI UPDATE LAGI ✨
JANGAN LUPA BACA AL-KAHFI LOH YAH, HAPPY FRIDAY ✨
OJO LALI FOLLOW, COMENT, VOTE AND SHARE SEBANYAK-BANYAKNYA ✨
CERITA INI DILINDUNGI OLEH ALLAH SWT DAN PARA MALAIKATNYA ✨
♥♥♥
"Suatu hari nanti, jika wanitamu memilih pergi... Kau harus tahu! Bahwa itulah akhir dari segala pertahanannya"
Mereka yang berada di ruang keluarga itu dibuat kaget melihat bunda Tania yang melayangkan tamparan di pipi kiri Indira.
Bahkan Nabila sampai menahan napasnya beberapa detik kemudian menutup mulutnya dengan satu tangan secara refleks.
Sadam yang bergeming di tempat meski sebenarnya tidak tega melihat istri keduanya itu ditampar sedangkan dirinyalah yang lebih berhak menghukum istrinya sendiri sebagai pemimpin keluarga.
Simbok pun sampai terkejut hingga tangannya sedikit bergetar padahal dirinya sedang memegang nampan berisi mie instan rasa soto pesanan Mama Nina sebelum ikut bergabung di ruang keluarga tadi.
Berbicara Mama Nina nampaknya hanya dia seorang yang terlihat berbinar melihat kejadian tiga menit yang lalu.
Pipi Indira nampak memerah setelahnya. Bahkan matanya langsung berkaca-kaca karena memang pipi nya benar-benar terasa perih.
Terlebih ini adalah tamparan pertama yang ia terima dalam hidupnya. Dan yang melakukannya adalah mertuanya sendiri dengan disaksikan langsung oleh suami dan madunya.
Indira malu, dia ingin marah karena tidak terima diperlakukan seperti ini. Tapi ia tahu ini kesalahannya karena berani membohongi mertuanya sendiri.
Meski ia memiliki alasan untuk kelakuannya itu.
"Berani yah kamu Dira bohongi, Bunda?" geram bunda Tania.
"Bun, udah. Ini tanggung jawab Sadam sebagai suami. Sadam yang seharusnya mendidik istri Sadam jika dia salah."
"Sadam kamu diam! Bunda hanya ingin istri kedua kamu ini sadar dia telah membohongi siapa. Seorang Tania Adnan dibohongi oleh menantunya sendiri!"
"Indira terpaksa bohong, bunda. Ini demi mas Sadam juga, Hiks!" Indira mencoba membela dirinya sendiri.
"Kebaikan Sadam kamu bilang? Kamu ingat hari itu putra bunda kritis dan membutuhkan Nabila disampingnya? Putra bunda manggil-manggil nama Nabila kamu ingat Dira?" emosi Bunda Tania menatap tajam Indira.
"Maaf bunda tapi,-" bunda Tania memotong ucapan Indira dengan mengangkat telapak tangan kanannya tanda agar Indira untuk diam.
"Hari itu saya rasanya mau mati melihat keadaan putra saya satu-satunya yang terbaring kritis Dira asal kamu tahu!"
Bunda Tania memegang kepalanya yang semakin pusing karena kelelahan ikut bergadang dirumah sakit menunggu cucunya, tapi kemudian kembali melanjutkan kata-katanya yang memang belum selesai ia utarakan.
"Kamu lihat sendiri bunda setakut apa dan sebingung apa saat itu, Dira. Bisa-bisanya kamu malah bohongi bunda. Bahkan bunda sampai meminta kamu menyusul Imad keparkiran untuk meminta nomer Nabila saat itu saking kalutnya bunda, agar putra bunda cepat melewati masa kritisnya." mungkin terlihat sepele bagi orang lain tapi ini fatal menurut bunda Tania karena dirinya tidak suka di bohongi.
"Mbak Indira ora njaluk nomer koh, malah nyuruh nyong balik. Tak kira agi baik eh malah ana maksude ternyata." ceplos Mang Imad menimpali.
Membuat bunda Tania semakin menatap tajam menantu keduanya itu setelah mendengar ucapan dari Mang Imad.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
SpiritualCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
