"Dia yang langitnya selalu cerah sedangkan aku gelap. Dia yang langitnya begitu kokoh sedangkan langitku runtuh. Apa salah jika aku iri padanya?"
"PARA HADIRIN JAMAAH SUBUH SEKALIAN." sapa ustaz yang sedang menyampaikan kuliah subuh di masjid besar kompleks.
Sadam dengan jamaah yang lainnya mendengarkan dengan khusyu apa yang akan disampaikan sang ustaz di depan sana.
"Itulah kenapa saya berbicara tentang ayah dan suami."
"Kalau di lihat-lihat para jamaah di depan saya ini pasti sudah pada jadi ayah dan suami, betul?" tebak sang ustaz.
"BETUL USTAZ!" jawab para jamaah serentak.
"Kalian tahu sejatinya kita para ayah dan suami ini siapa?" sebagian jamaah ada yang mengangguk dan menggeleng tidak tahu.
"Sejatinya kita khususnya adalah penjahat kedua di muka bumi setelah Iblis." ucap sang ustaz lalu ia menarik napas dan melanjutkan.
"Orang tuanyalah khususnya Ayah-nyalah yang meyahudikan anaknya, menasranikan anaknya dan memajusikan anaknya."
"Lebih kontekstual lagi," lanjut sang ustaz menjelaskan. "Bahwa persoalan terbesar rumah tangga ini biang kerok sebetulnya ayah dan suami."
"Perceraian di Indonesia sekarang ini tujuh puluh persen penyebabnya bukan talak. Tapi apa? Khulu."
Sebagian jamaah banyak yang mengangguk membenarkan. Sedangkan Sadam menunduk dengan mata memerah karena nyatanya ia mengalaminya sendiri.
"Bukan suami yang menceraikan istri tetapi istri yang minta di lepas dari suami. Ini tujuh puluh persen. Kalau ngga percaya antum jamaah sekalian bisa cari tahu datanya sendiri." pungkas sang ustaz.
Para jamaah kembali mengangguk.
"Pada awalnya penelitian kami menunjukan bahwa ini gara-gara undang-undang."
"Wah, lalu mulailah perempuan curhat dan menceritakan kekerasan dalam rumah tangga ketika undang-undang ini dibuka tanpa sosialisasi sebelumnya. Setelah itu bagaimana? Ramai-ramai perempuan minta dilepas dari suaminya."
"Tapi belakangan konsistensi perempuan minta dilepas dari suami ini semakin marak."
Lagi-lagi sebagian jamaah banyak yang mengangguk membenarkan.
"Dan sekarang angka tujuh puluh persen itu menjadi umum. Karena sekarang penyebab utamanya yang pertama adalah kekerasan dalam rumah tangga."
"Tetapi jika dilihat dari keseluruhannya adalah karena belum siap menjadi ayah. Belum siap menjadi suami. Kok bisa? Itu karena dulu waktu nikah modalnya cuma dua. Satu cinta dua udah kerja mau mapan atau belum langsung bungkus."
Kemudian sang ustaz diam sejenak menatap keseluruh jamaah.
"Bagaimana menjadi seorang kepala rumah tangga teladan? Bagaimana menjadi seorang qawam pelurus bagi istri? Bagaiman management keuangan keluarga? Bagaimana psikologi pernikahan? Bagaimana kesehatan reproduksi? Bagaimana psikologi perempuan? Bagaimana psikologi anak? Bagaimana bimbingan karir? Bagaimana management konflik? Itu ngga dipikirin."
"Kalian bapak-bapak kebanyakan cuma mikir kalo nikah itu yang penting 'saya cinta', 'saya sudah kerja'. Antum-antum pikir itu cukup? Tidak!" senyum sang ustaz.
"Jangan menjadi ayah yang gagal!" nasihat sang ustaz.
"Contoh ayah gagal itu, perginya gelap dari rumah. Pulangnya juga gelap-gelap. Kalau anaknya ditanya sama orang mereka jawabnya 'au ah gelap'. Mau begitu?" senyum sang ustaz lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
SpiritualCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
