SEMANGAT BGT SIH BESTIEEE NUNGGUIN PENDERITAAN ABANG SADAM😪
SIAP-SIAP YG KEMAREN PADA NAZAR KALO SADAM-NABILA CERAI, LAKSANAKAN😎
BAB INI SPECIAL BUAT PEMBACA PDS YG MINTA HADIAH BECAUSE DIA DPT NILAI 3.0, SEMOGA NEXT SEMESTER BISA LEBIH BAIK LAGI NILAINYA YUPS♥
VOTE 11K KITA LANJUT BESTIEE♥
♥♥♥
"Bagaimanapun Ayah kalian, jangan pernah membencinya yah, nak. Percayalah kalian hadir karena cinta"
"Huft... Huft... Huft... ARRGGHHHH," teriak kesakitan Nabila.
"Ya Allah, bener-bener itu sipirnya ngga berperikemanusiaan banget malah mikirin peraturan, bodoh!"
"Mba Nabila hayuk Kamila bantu aja kali yah lahiran disini. Mba Nabila ndak apa-apa?" tanya Kamila teman selnya nampak begitu cemas.
Nabila mengangguk setuju. Badannya serasa remuk redam. Sungguh seperti nyawanya ada di ujung tanduk sekarang.
Mama terima kasih telah berjuang untuk melahirkan Bila,— batin Nabila menangis.
Ini sungguh sakit.
Semua tulang-tulangnya seakan mau patah saat ini.
Nabila menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Keringat bercucuran di sekitar dahi dan pelipisnya.
Teman satu selnya yang paling tua diantara mereka masih terus berteriak memanggil bantuan sambil mengguncang-guncang jeruji besi dengan kedua tangannya.
"Peraturan sialan!" makinya kencang.
"MBAK UDAH LAHIRAN DIDALEM SEL AJA! BANYAK KOK YANG SUKA LAHIRAN TERPAKSA DI SANA DARIPADA MATI NUNGGUIN TUH SIPIR!" teriak wanita hamil lain yang berada di sel berbeda dengan mereka.
"Aduh Gusti, kayanya ini Mba Nabila pembukaannya udah nambah."
"Iyah harusnya makan waktu lama untuk sampai pembukaan selanjutnya, tapi ini kok cepet."
"Nabila kamu pernah melahirkan sebelumnya? Soalnya yang udah pernah melahirkan sama baru melahirkan beda."
Nabila dengan lemas mengangguk sekali.
"Ini anak mba yang kedua dan ketiga sama suami?"
"Jangan ditanya mulu Kamila! Dia lagi kesakitan ini."
"Ban-tu sa-ya melahir-kan di sini. Saya ti-dak k-kuat lagih." mohon Nabila begitu kesulitan.
"Aduh gue takut Nabila. Gue ngga pernah bantu orang lahiran." ragu Rohati.
"Harus berterima kasih banget sih ini suami kamu Mba. Sikembar juga nih kudu tahu perjuangan mamaknya melahirkan mereka." celetuk Susi.
"Ya kan itu udah pasti toh, Mba Susi. Namanya sama ibunya. Trus suaminya juga pasti tahu diri lah." ujar Kamila.
"Huft... Tolong saya su-sudah tidakhh kuath." parau Nabila.
"Ya Allah, Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim... Astag-firu-llahaladzim..." lirih Nabila terus menyebut nama Allah untuk memohon pertolonganNya.
"Emm, biar saya saja Nabila. Bismillah bisa."
"Aman ngga nih? Lahiran bayi kembar itu Mba Rohati."
"Kalian ngga lihat Nabila udah ngga kuat nahan kesakitannya? Gue juga takut sebenernya, tapi kalian berdoa aja udah!"
Mereka mengangguk dan mulai berdoa dalam hati masing-masing untuk keselamatan teman baru mereka.
"Maaf yah, Nabila. Ngga apa nih? Kita sesama perempuan kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
EspiritualCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
