BAB 35: MENUDUH NABILA

73.8K 9.1K 4.2K
                                        

Follow, Coment, Vote and Share sebanyak-banyaknya 😍

Guys Ini bacanya longkap-longkap pasti deh, karena masih banyak yang nanya ayahnya Sadam yang udah meninggal trus sama Indira yang emang belum pake hijab.

Pokoknya Tama Adnan (Ayahnya Sadam)  udah almarhum= Bunda Tania (Janda)

Berhijab: Nabila, bunda Tania, Mama Nina, Mamanya Naysila.
Belum berhijab : Indira(Islam), Naysila(Islam), Ayumi (kristen)

♥♥♥

NABILA QUEEN NISSA (versi Obi)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

NABILA QUEEN NISSA
(versi Obi)

"Wanita berhijab itu karena menjalankan perintah Allah. Mereka sedang mencoba menjadi lebih baik, bukan berubah menjadi malaikat apalagi Bidadari. Jadi jangan pernah salahkan hijab kami"

"Jawab dong, Mba pelakor! Namanya Dira guys ternyata. Viralin jangan?" salah satu wanita dengan rambut ombre merah fanta dan hoodie hitam kebesaran yang dipakainya terus memanasi.

"DIAM KALIAN! KALIAN TIDAK BERHAK MENGHAKIMI SAYA! KALIAN TIDAK TAHU APA-APA!" teriak Indira penuh amarah dan kekesalan.

"Kesurupan Mbaknya, marah-marah gitu. AING MAUNGGG! RAURRRGH!"ejek laki-laki jangkung yang memakai kaos hitam lengan pendek bergambar yang mencoba cosplay seperti orang kesurupan.

"Mas, aku ngga mau ah pake WO nya dia kalau dia beneran pelakor. Mas kan tahu seberapa ngga sukanya aku sama manusia-manusia jenis kaya gitu."rengek Naysila.

Matanya begitu tajam memandang Indira dari atas sampai bawah seakan sedang menilai. Suara rengekannya sengaja dibuat lumayan kencang agar si orang yang di maksud mendengarnya.

"By, kita ngga boleh percaya begitu aja sama suatu gosip. Belum tentu itu suatu kebenaran, kan?" sanggah Gerry menasihati calon istrinya.

Naysila cemberut, tapi bisa jadi hal itu ada benarnya. Sahabatnya Nabila juga selalu mengatakan hal itu agar dirinya selalu berhati-hati menerima suatu berita apapun.

"Yaudah, Mas. Ayo kita pulang aku udah ngantuk."

"Kamu ngga mau bantu dia dulu? Kasian juga dia ngga bisa lewat karena di hakimin orang-orang gitu." tanya Gerry menatap kasihan pemilik WO yang akan disewanya.

"Ngapain ih? Kalau dia beneran pelakor rugi dong kita udah bela dia." ketus Naysila.

"By. Nabila sedih loh kalau liat kamu gini ke orang, bisa bantuin tapi malah memilih abai."

"Mas liat sendiri kan itu di mobilnya ada tulisan pelakor, serem banget ah. Siapa tau itu yang nulis wanita yang suaminya di rebut karena sakit hati. Aku sesama wanita juga ngerasain mas gimana sakitnya." tunjuk Naysila pada mobil Indira.

Saat matanya kembali melihat Indira yang kini menjadi pusat perhatian orang-orang sedang di tumpahi satu piring pasta oleh ibu-ibu, entah kenapa ada rasa puas hingga bibirnya tersenyum tanpa diperintah.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang