CERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ...
ROMANCE- SPIRITUAL
CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA
JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥
Keaa...
Makasih yah masih nungguin padahal udah pada ngga kuat😘
Makasih juga udah support Obi buat bisa nyelesain cerita ini, asli berat bgt nulis🙂
Dan bantu cerita ini lebih baik lagi temen-temen♥
Mau survei dulu pembaca PDS dong♥
Cowok?
Cewek?
Happy reading dulu deh😉
♥♥♥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
dr. Nathan Rainer (versi Obi)
"Semua orang merasakan yang namanya kehilangan. Tidak hanya aku ataupun kamu. Bedanya seberapa sadarnya orang tersebut bahwa semua itu memang hanyalah titipan kemudian mengikhlaskannya"
"Hai," sapa dokter Ayumi di depan sebuah gundukan tanah.
Nisan dengan ukiran bertuliskan nama Ridho Alamsyah tersebut selalu terlihat baru.
Kuburannya pun selalu penuh dengan bunga-bunga segar, entah siapa saja yang selalu mengunjungi makamnya.
"Ini sudah masuk tahun baru. Dan hatiku masih berada di dua tahun yang lalu. Apa cinta memang semenyebalkan ini, Ridho?"
Hanya ada suara satu dua kendaraan yang terdengar lewat di dalam pemakaman umum yang tampak sepi.
"Selama ini pula kamu tidak pernah datang ke dalam mimpiku meski hanya sedetik."
"Semua kenangan yang kamu berikan selalu aku bawa. Bahkan kerudung putih ini selalu ku pakai, meskipun itu saat aku ke Gereja untuk berdoa."
"Kenapa Tuhan harus menyadarkanku akan rasa ini setelah kamu ngga ada?" parau dokter Ayumi terus bercerita.
Angin berhembus menerpa wajah dokter Ayumi dan sedikit menerbangkan hijab pashmina putih yang dikenakannya.
Sekilas dokter Ayumi teringat apa yang dikatakan kembaran Ridho tentang sesuatu.
Semuanya telah ia dan Rizki persiapkan jauh-jauh hari.
"Daddy telah siap pasang badan untuk mencari keadilan untukmu."
"Daddy dan kembaranmu sudah menemukan semua bukti-bukti itu, Ridho. Aku akan selalu berdoa sama Tuhan agar pelaku itu diadili seadil-adilnya." cerita dokter Ayumi dengan mata yang sudah berair hingga membuat pandangannya buram.
"Itu harus." jawab Rizki tiba-tiba.
Hampir saja dokter Ayumi jatuh terduduk karena kaget mendengar suara lain yang menjawab ucapannya.
"Kau kembali ke Indonesia lebih cepat dari perkiraaku dan Daddy."
"Hmm." balas Rizki acuh.
Tatapan matanya hanya tertuju pada bunga ditangannya dan langsung ia letakkan di atas pusara almarhum kembarannya.