"Setiap wanita ingin dicintai seperti ibunda Khadijah. Diperlakukan penuh cinta oleh suami nya seperti Ibunda Khadijah. Dijadikan wanita satu-satunya yang tidak di poligami juga seperti Ibunda Khadijah"
"Saya terima nikah dan kawinnya Indira Hisyam binti Almarhum Hadinata Hisyam dengan seperangkat alat sholat di bayar, tunai."
"Bagaimana para saksi?"
"SAH"
Setelah kata sah itu terucap dari beberapa orang yang hadir diruangan dengan mesin EKG yang terus berbunyi, tanpa mereka ketahui wanita cantik yang terbaring di brankar rumah sakit itu meneteskan air mata.
Seolah ia mengetahui rasa sakit yang akan ia terima setelah kehidupan pernikahannya di masuki surga kedua.
Sedangkan wanita paruh baya yang begitu anggun dan cantik di umurnya yang sudah memasuki hampir setengah abad itu nampak tersenyum bahagia.
Akhirnya sebentar lagi ia akan memiliki seorang cucu untuk menemani hari-hari tua nya.
Maafkan bunda, Nabila. Tapi bunda butuh cucu dan kamu tidak tahu kapan akan memberikannya. Atau mungkin tidak akan pernah
Indira Hisyam, gadis cantik dengan rambut indah dan senyum anggunnya kini merasa bersalah kepada madunya yang mana adalah istri pertama Sadam Adnan yang kini sudah menjadi suaminya, meski hanya di mata agama.
Mereka telah menikah siri tanpa izin dari Nabila Queen Nissa, tapi setelah itu bunda Sadam mengatakan akan mengurus pernikahan ini secara Hukum agar calon cucunya kelak juga mendapatkan hak atas waris keluarga Adnan.
Tentu saja rencana itu tanpa Sadam Adnan ketahui. Karena yang Indira tahu memaksa Sadam menikah secara siri dengannya saja butuh hampir lima bulan lamanya untuk menyetujui.
Apalagi menikah secara sah menurut hukum dan agama? Pasti Sadam akan menolaknya lebih parah lagi.
Tapi bolehkah disatu sisi Indira merasa.. Bahagia? Karena telah menjadi istri Sadam juga?
Indira juga mencintai Sadam, walau cinta itu bertepuk sebelah tangan.
Bolehkah ia yang mengurus Sadam dan menggantikan peran Nabila selama madunya itu masih terbaring dirumah sakit?
Bukankah cinta itu fitrah? Dan cinta yang Indira punya untuk Sadam juga bukan keinginannya?
Biarkan setidaknya Indira bersama dengan lelaki yang sangat ia cintai dan menjadi ibu dari anak yang akan memiliki darah dari seorang Sadam Adnan, suaminya.
Walaupun hal itu tidak akan berlangsung seumur hidup.
"Bunda bahagia banget akhirnya kamu mau nurutin permintaan orang tua ini. Terima kasih Sadam dan maafkan bunda,"
"Seharusnya maaf itu kita minta kepada istriku yang terbaring lemah dengan ketidak tahuannya bahwa suami bodohnya ini telah melanggar janji pernikahan kami, janji ku pada papa dan mama yang akan menjadikan putrinya satu-satunya surga dalam hidup Sadam!"
Satu air mata lolos begitu saja setelah Sadam mengatakan kegundahannya kepada sang Bunda.
Maafkan aku sayang, aku mengingkari janji untuk menjadikan kamu seperti Ibunda Khadijah. Satu-satunya istri Rasulullah yang tidak pernah merasakan di poligami.
"Kamu hanya melaksanakan keinginan bunda, Sadam. Nabila pasti mengerti kok. Atau nanti kalau dia marah Bunda deh yang bicara sama dia kalau sudah sadar." ucapan sang Bunda yang terlihat tidak ada rasa bersalah itu justru membangkitkan kemarahan Sadam seketika.
"Bunda!!" tak peduli satu dosa kembali Sadam lakukan dengan berteriak kepada wanita yang telah melahirkannya kedunia ini. Karena saat ini dia berharap sang Bunda bisa sadar akan apa yang di lakukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
SpiritualeCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
