BAB 54 : DUA KASUS INDIRA

76.8K 11.1K 11.5K
                                        

"Kenapa dunia berpihak keorang-orang yang keluarganya harmonis? Sedangkan keorang yang keluarganya broken home seakan selalu bercanda"

"Dan kau?" tunjuk Mama Tamara pada Papa Salman. "Anda yang menolong saya saat kecelakaan itu, bukan? Saat saya kekurangan banyak darah lalu istri anda dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk saya?"

"Yah, saya kira setelah itu anda akan kembali kepada putri dan suami anda, ternyata tidak."

"Kau mengenal almarhum suamiku?"

"Dia adalah orang kepercayaan saya sebelum dirinya meninggal."

Mama Tamara nampak syok setelah mendengarnya.

Detik setelahnya orang-orang berseragam hitam suruhan Papi Hary menutup akses pintu keluar dari rumah itu.

"Bisa jelaskan rekaman CCTV ini, Ibu Tamara?"

"I-tu.. I-itu." Mama Tamara nampak bingung dan cemas. "Ka-kalian tidak ada hak mengintrogasi saya akan hal ini. Kalian tidak ada hubungannya dengan apa yang saya lakukan."

"Jangan mentang-mentang bapak mantan atasan almarhum suami saya, jadi bapak bisa seenaknya menindas saya akan hal yang saya sama sekali tidak mengerti." marah Mama Tamara.

Papi Hary dan Papa Salman saling berpandangan sejenak. Mereka membiar sejauh mana wanita dihapadan mereka terua berkelit akan video yang mereka tunjukan.

"Itu hanya video biasa yang bahkan banyak orang lakukan! Disana saya hanya berlari keluar dari perumahan untuk mendatangi ojek online pesanan saya. Disana juga terlihat kan bahwa saya langsung menaiki ojek yang saya pesan setelah itu." jelas Mama Tamara lagi dengan wajah terlihat tenang.

"Jika anda bukan perempuan sudah pasti saya langsung menghajar anda di detik anda membuka pintu untuk kami." rahang Papa Salman mengeras.

"Silahkan pukul saya jika kalian tidak ingin disebut sebagai, B-A-N-C-I!" balas Mama Tamara penuh penekanan di akhir katanya.

Jauh dilubuk hatinya wanita itu pun merasakan keresahan yang besar. Tapi ia yakin mereka tidak tahu apapun.

"Bisa kita percepat saja, Salman? Wanita ini terlalu tidak tahu diri jika dibiarkan." tukas Papi Hary.

"Korban kecelakaan tabrak lari didepan pemakaman umum dua tahun lalu di tanggal dua puluh empat desember, anda ingat?" tanya Papa Salman dengan tangan mengepal dan mata memerah.

Ibu Tamara nampak berdiri dengan tubug gemetar kaku.

"Satu korban seorang pemuda yang kehilangan nyawanya karena menyelamatkan seorang ibu-ibu yang akan menyebrang, apa anda juga ingat?"

Kini keluar sudah air mata Ibu Tamara mengingat kembali kilasan kecelakaan yang menyebabkan seorang pemuda baik hati harus kehilangan nyawanya karena menyelamatkannya.

Susah-susah ia melupakan kejadian itu sampai sering kali dihantui rasa bersalah tiap dalam tidurnya.

Kenapa kedua orang didepannya ini malah mengungkit hal itu?

"Dari raut wajah yang anda tunjukan, saya yakin anda mengingatnya ibu Tamara." yakin Papi Hary.

"Sa-ya," tangis Ibu Tamara hingga suaranya terdengar serak.

"Lalu seorang wanita paruh baya yang jatuh dari lantai tiga tanpa ada jejak penyebabnya di sebuah rumah kawasan elit keluarga Adnan, anda juga pasti ingat?" kini Papi Hary yang bertanya.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang