BAB 33 : RENCANA RIZKY DAN PAPA SALMAN

73.7K 8.6K 5.2K
                                        

Assalamualaikum, akhirnya bisa update cepet🤧

Dapet cerita PDS jalur mana aja nih?

Harus ramein pokoknya 🍓

♥♥♥

"Allah juga membenci ketidakadilan"

"Gue udah titip Sita tuh Map dari lo. Gue juga bakal pastiin tuh Map di terima sama asistennya langsung." info seseorang di sebrang telepon.

"Thanks, Ta."

"Okay. Semoga cepet kelar masalah lo." do'a orang yang di panggil Ta itu, meski tidak tahu masalah apa yang sedang teman semasa SMP-nya itu coba selesaikan.

"Aamiin."

"Yaudah gue tutup nih telepon. Wassalam mu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Tirta,"

"Lah kirain udahan ngomongnya. Mau minta bantuan apa lagi?" lelaki yang bernama Tirta itu menunda mematikan telepon saat temannya itu malah memanggil.

"Jangan pacaran mulu, nikahin!"

"Dih, adek kelas songong lu! Selow aja doain. Sita pelabuhan terakhir gue."

"Aamiin,"

Tut

Tirta langsung menutup panggilan karena sudah mengucapkan salam sebelumnya.

"Ky! Dicariin Mama elah lu, ngilang mulu anjrot." kesal Ridho saat telah menemukan kembarannya di taman belakang.

"Hmm,"

Setelahnya Rizky langsung berlalu masuk ke dalam rumah dengan tersenyum smirk.

Ridho yang sudah begitu paham sifat datar kembaranya pun tetap kesal. Alhasil pemuda itu pun menghentak-hentakan kakinya sambil berlalu keluar rumah karena ada barang yang harus ia beli.

♥♥♥

Ceklek

"Sayang, ayo kebawah kita makan malam bersama yang lain." ajak Sadam dengan lembut setelah memasuki kamarnya dan juga Nabila.

"Aku masih kenyang, Mas." tolak Nabila. Tadi selepas sholat maghrib, suaminya itu izin menemui istri kedua dan anaknya.

Nabila hanya mengangguk saat itu, tapi saat sendirian di kamar tadi ia terus terbayang masa kehamilannya dulu. Seharusnya Nabila tidak boleh seperti itu, tapi ia berpikir andai putranya di takdirkan masih hidup ... Mungkin bunda Tania tidak akan meminta suaminya untuk menikah lagi meski ia koma kan?

Setelahnya Nabila terus beristighfar, agar Allah mengampuni semua andai-andainya. Nabila tidak bisa menolak apa yang sudah menjadi Qodo dan Qodarnya Allah Subhanahu Wata'ala.

"Sayang... Kenapa melamun, hmm?" Sadam kembali bertanya karena saat ia berbicara tapi Nabilanya hanya termenung diam.

"Ngga papa, Mas. Maaf Bila ngga dengerin Mas bicara dari tadi."

"Kamu ngga mikirin tentang perceraian lagi kan, sayang? Karena Mas tidak akan membiarkan itu terjadi sampai kapan pun." tegas Sadam menatap bola mata teduh istri tercintanya.

"Ingat Sayang, Allah sangatlah membenci perceraian." kata Sadam lagi.

"Allah juga membenci ketidakadilan, Mas." balas Nabila yang langsung membuat Sadam diam.

Sejatinya Nabila sungguh tidak berniat melawan ucapan suaminya tadi, hanya saja mengatakan fakta lain untuk mengingatkan suaminya juga di perlukan.

"Mas tadi izin menemui Dira hanya untuk menasihatinya, Sayang." Sadam kembali mengatakan hal yang tadi Nabila tidak dengar karena melamun.

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang