"Mungkin adanya janji untuk dilanggar, bukan ditepati dan itu semua pasti mengecewakan siapa pun"
Ciuman panas penuh kerinduan dan cinta itu terjadi selama beberapa menit. Nafas keduanya memburu sama-sama dipenuhi nafsu.
Sadam menunduk menatap tubuh di depannya sekarang penuh hasrat dan godaan. Namun keraguan juga nampak jelas di matanya saat ini.
Indira yang melihat tatapan keraguan itu nampak gemas padahal mereka sama-sama saling menginginkan. "Lakukan, Mas."
Maka sejak malam itu semuanya semakin berubah setelah Sadam benar-benar memberikan nafkah batinnya untuk sang istri kedua.
♥♥♥
"Tidur, Ma. Kamu pasti capek belum istirahat sama sekali dari kita pulang perjalanan bisnis."
"Gimana aku bisa tidur, Mas. Sedangkan otak aku penuh mikirin nasib anak kita kedepannya. Anak yang udah aku besarin penuh kasih sayang dari dia masih janin diperut aku sampai dia kita lepas kepada bajingan itu! Bilang sama aku gimana bisa aku istirahat, mas? Kita menyerahkan putri kita kepada keluarga jahat itu, hiks. Aku gagal kasih dia yang terbaik, Mas. Aku gagal." Mama Nina terus terisak sampai tubuhnya bergetar hebat.
"Istighfar, Ma. Ini cobaan buat putri kita. InsyaAllah jika putri kita mampu menjalaninya, Surga balasan untuknya." Papa Salman mencoba menenangkan hati istrinya sedari mereka mengusir keluar menantu dan besannya beberapa jam yang lalu.
Salman juga tidak berdaya. Putrinya yang ia perlakukan seperti ratu selama ini, yang dirinya tuntun menuju imam nya yang berjanji akan menggantikan tanggung jawab Salman dengan baik malah mengecewakannya.
Ampuni dosa-dosa orang tuamu ini, nak. Kami gagal. Kamu justru telah disakiti orang lain yang bahkan kamu sangat hormati dan cintai. Batin Papa Salman terus menyalahkan dirinya.
Hingga kilasan memory awal ia menyerahkan putri kecilnya pada lelaki itu tersetel kembali.
"Putri Papa muka nya berseri-seri banget yang sebentar lagi mau jadi istri orang, hmm?" Goda papa Salman saat memasuki ruangan rias putrinya.
Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan sekaligus menyesakkan untuk Salman.
Putrinya yang selama ini hanya bergantung padanya kini akan bergantung dan bermanja-manja pada laki-laki yang beberapa jam lagi akan sah mengemban tanggung jawab itu. Tanggung jawab menggantikan dirinya, Tapi Salman juga bahagia melihat kilatan binar di mata teduh putrinya itu, menandakan betapa senang dan cintanya sang putri pada pemuda itu, yang nantinya akan menggenggam tanggan Salman mengucapkan ijab qobul.
"Senang mau tinggal sama Sadam dan ninggalin Papa yah, nak." Salman kembali menggoda putrinya.
"Papa tetep cinta pertama, Nabila. Tapi sekarang cinta Nabila lebih besar ke Mas Sadam. Boleh kan, Pa?" ujar Nabila takut-takut saat itu. Takut melihat papa nya kecewa jika ia sudah membagi cintanya kepada laki-laki lain yang akan menyandang status suaminya.
"Gpp dong, tapi Papa emang sedikit cemburu sih. Pasti nanti manja-manjaanya udah ngga sama papa lagi. Kalah saing berarti Papa sama si Sadam sok kegantengan itu."
"Tapi emang lebih gantengan mas Sadam, sih Pa." ujar Nabila terkekeh melihat bagaimana wajah lucu Papa nya itu, Lalu Bapak dan anak itu tertawa yang juga diikuti beberapa perias yang sedang membantu Nabila bersiap.
Papa yakin putri papa bisa kuat menjalani asam, pahit, manis nya sebuah pernikahan.
"Gimana kalau kita suruh putri kita menceraikan Sadam, Pah." sontak saja ide yang tercetus tiba-tiba dari bibir istrinya itu mengagetkan lamunan Salman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
روحانياتCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
