"Meski janji setia itu telah terlanjur kamu langgar, Aku harap janji saling mempercayai dalam pernikahan kita tetap kamu pegang teguh."
"Bik, lihat Dira tidak?" tanya Nabila memasuki ruang makan.
"Mboten, den ayu." nunduk Simbok saat menjawab.
"Bibi lagi ngga jujur, pasti."
"Itu den ayu, tadi tuh... Itu si Mbak Dira."
"Iya, kenapa Simbok?"
"Emm tadi den Rizki nyuruh Simbok buat bilangin Mbak Dira kalau den bagus minta dibawain makan dari rumah makan padang sebelah kantor ekspedisi depan." jelas Simbok akhirnya.
"Memang Mas Sadam minta dibawakan makan siang?" tanya Nabila lagi.
Ia tidak tahu jika suaminya meminta dibawakan makan siang.
"Katanya den Rizki iya, den ayu." sahut Simbok.
"Tumben yah, Rizki tahu permintaan Mas Sadam." pikir Nabila.
"Kenapa memangnya, den ayu?"
"Ngga sih Mbok. Cuma ini udah siang jam pulang sekolahnya Shakeel tapi Indira ngga ada di rumah."
"Yasudah Simbok suruh Mang Imad saja yang jemput adek Shakeel." cetus Simbok.
"Boleh, Mbok. Yasudah Bila ke atas lagi yah, Mbok." ucap Nabila.
"Iya, den ayu. Jangan lupa cemilannya nek arep apa-apa. Biar berat badannya sesuai anjuran dokter Ayumi."
"Iya Simbok. Siap empat lima." jawab Nabila memberikan dua jempolnya.
♥♥♥
Dijalan raya mobil yang di tumpangi oleh Indira dan Mama Tamara melaju cepat menyusul mobil Bunda Tania.
Tujuan mereka jelas rumah besar kediaman Sadam.
Melalui spion mobilnya, Bunda Tania mengetahui bahwa mobilnya diikuti oleh dua wanita perusak itu.
Segera ia menambahkan kecepatan mobilnya lagi.
"Pelan-pelan, Nak. Nanti kita berdua bisa kecelakaan di jalan kalau kamu kebut-kebutan kaya gini." takut Mama Tamara.
"Ini bukan jalan tol, kamu tidak bisa seenaknya seperti ini Dira."
"Ibu bisa diam ngga? Kita harus segera mendapatkan maaf dari Bunda Tania." kesal Indira.
"Liat kan, Ibu? Bunda udah jauh banget di depan. Gara-gara Ibu ngomong mulu!" emosi Indira lalu menambah kecepatan mobilnya kembali.
♥♥♥
"Bos, kayanya hari ini kita bakalan lembur. Proyek di Aceh orang-orangnya baru akan dateng nanti sorean." beritahu Hikam pada Sadam.
"Kam, Lu bisa ngga ngatur di waktu lain? Maksud gue pertemuan ini. Mereka bisa suruh istirahat dulu aja di hotel dekat sini."
"Apalagi alasannya kali ini? Ya elah, Dam. Mereka juga masih banyak kepentingan." sahut Hikam kesal.
"Asli perasaan gue ngga enak banget dari tadi. Kayanya gue mau siap-siap pulang kerumah sekarang." ungkap Sadam.
Wajah Sadam benar-benar memperlihatkan kecemasan yang entah karena apa.
"Cemas mulu bawaan, lu!" kesal Hikam
Sadam diam tidak menyahut. Kedua tangannya dengan gesit langsung merapihkan meja kerjanya untuk bersiap pulang kerumah.
"Yaudah sono terserah, lu! Titip salam gue sama Nabila. Mungkin nextnya gue sama Aisyah mau main kerumah kalian. Atau mungkin gua mau liat kehidupan orang kaya yang punya dua istri." ujar Hikam sambil meledek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
SpiritualCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
