CERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ...
ROMANCE- SPIRITUAL
CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA
JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥
Keaa...
Sejauh ini nyampe ngga sedikit pesan yang Obi sampaikan di dalam cerita ini?
Sedikit pelajaran dalam hidup?
Sedikit pelajaran dalam rumah tangga?
Obi buat cerita ini riset juga dari beberapa masalah rumah tangga kebanyakan orang, trus berita, dll. Bahwa mengambil keputusan dalam rumah tangga jelas beda sama orang yang hanya berpacaran. Pemikiran mereka yg udah menikah itu lebih random, lebih ruwet dan ngga sampe sama kita yg belum nikah. Kaya Obi yang mikir nongkrong dimana sama temen-temen enaknya, itu udah kaya pemikiran nomer 100 lah buat orang yg udah nikah.
Mereka yg nikah mau cerai, mikirnya udah bukan egois lagi harusnya. Ngga kaya orang masih pacaran, jadi ada beban tersendiri.
So, nikmatin dan ambil hal positif dari cerita Perjanjian Dua Surga 🙂
♥♥♥
"Istri Bodoh mana yang tetap diam saat di poligami"
♥♥♥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Indira Hisyam
(versi Obi)
"JANGAN SENTUH ISTRI SAYA!" marah Sadam.
Langsung saja Sadam mendorong dokter Nathan sampai jatuh terduduk di lantai ballroom.
"Saya dan dokter Ayumi hanya ingin membantu Nabila, pak Sadam. Maaf jika itu membuat Bapak keberatan." jawab dokter Nathan.
"Suami mana yang mengizinkan istrinya di sentuh pria lain?"
"Sekali lagi saya minta maaf Pak Sadam. Tapi InsyaAllah saya bisa profesional. Lagipula kami para dokter sudah di sumpah untuk hal ini."
"Bikin lama kamu tuh Sadam! Putri Mama butuh Nathan dan Ayumi untuk membantunya! Bukan butuh kecemburuan kamu yang salah tempat dan waktu!" emosi Mama Nina.
"Cepat angkat istri kamu, Sadam!" titah Papa Salman.
"Pah, Sadam titip Indira." mohon Sadam.
"Bagaimana pun dia tanggung jawab Sadam. Sadam takut banyak yang berbuat sesuatu nantinya setelah mereka mengira Dira adalah pelakor di pernikahan Sadam dan Nabila."
Sadam yakin Papa mertuanya akan bijak menanggapi sesuatu dan mau membantunya.
"Papa bantu. Cepat bawa Nabila! Jangan sampai terjadi sesuatu pada putri Papa." tegas Papa Salman sarat akan sesuatu dari ucapannya.
Banyak pasang mata yang masih memperhatikan kehebohan tersebut. Mungkin banyak yang berspekulasi macam-macam di pikiran mereka.