"Aku yakin dia selamanya milikku hingga hanya kematian yang dapat memisahkan kita"
"Assalamu'alaikum, Bunda." sapa Sadam lirih menciun tangan pucat wanita yang melahirkannya.
"Bunda... Sadam kangen."
"Sadam ngga tahu apa yang harus Sadam lakukan sekarang." putus asa Sadam berbaring disamping Bundanya yang terbaring.
"Kemarin Sadam sudah salah menuduh Nabila yang mencelakakan, Bunda. Hari ini Sadam mendapati kenyataan bahwa Indira yang mendapat tuduhan itu oleh kepolisian. Bunda.. Bahkan surat penangkapan Dira juga menyatakan dialah pelaku tabrak lari almarhum Ridho." cerita Sadam.
"Indira istri Sadam, tanggung jawab Sadam. Amanah dari Bunda pada Sadam."
"Indira ngga mungkin mencelakakan Bunda, kan?"
"Indira bahkan rela dijadikkan istri kedua untuk memberikan cucu atas permintaan Bunda?"
"Lalu jika benar Indira yang menabrak lari Ridho, Sadam harus apa Bunda?" isak Sadam menunduk dengan tubuh bergetar.
"Haruskah Sadam lepas tangan saat istri Sadam sendiri sedang mengalami musibah?" bingung Sadak merasa buntu. "Tapi Bunda, Ridho juga adik Nabila. Bagaimana kalau keluarga mereka marah karena Sadam membela Indira?" lanjutnya.
"Lalu bagaimana dengan Shakeel jika nanti Dira benar-benar di penjara, Bunda? Bunda pasti sedih jika cucu Bunda ada yang bersedih."
"Sadam juga tidak mau Shakeel tumbuh tanpa kasih sayang ibunya. Sadam tidak mau putra Sadam merasakan kesepian seperti Sadam kecil dulu, Bunda." tubuh Sadam bergetar menahan suara tangisnya agar tidak keluar.
Tanpa Sadam sadari alam bawah sadar Bunda Tania mendengar semua ucapannya. Bunda Tania bahkan sampai menitikan air mata. Ia ingin membuka matanya dan membalas semua curhatan putranya, tapi tidak bisa.
"Bunda, Sadam juga sudah menuruti kemauan Nabila. Sadam sudah menandatangani surat perceraian yang Bila ajukan."
"Tapi, Bunda tenang aja. Sadam akan lakukan apapun agar tuntutan itu tidak dikabulkan oleh hakim agung. Sadam yakin perceraian kami tidak akan pernah terjadi."
Jari telunjuk Bunda Tania tiba-tiba bergerak. Sadam bahkan sempat terdiam sedetik lalu begitu bahagia setelahnya.
"Bun..."
"Bunda..." ini suatu keajaiban untuk Sadam. "Bunda dengerin semuanya?" bahagia Sadam sampai meneteskan air mata.
"Sadam pasti bantu Indira, Bunda. Selain dia istri Sadam, dia juga ibu dari Shakeel anak Sadam. Bunda juga pasti mau kan Sadam menolong istri kedua Sadam?"
♥♥♥
"Papa Salman berjalan menggandeng putrinya dan juga sang istri memasuki kantor polisi tempat dimana pelaku tabrak lari almarhum putranya dibawa.
"Jika kalian belum siap bertemu pelakunya, Papa akan membawa kalian pulang." ucap Papa Salman.
Dengan kedua mata berkaca-kaca Mama Nina dan Nabila menggeleng tidak ingin pulang.
"Mama yakin bisa menemui orang itu. Ayo, Pa!"
"Bila juga mau melihat orang itu. Kenapa orang itu malah pergi dari tanggung jawab. Melarikan diri dari kesalahannya. Bila ingin bertanya padanya, Pa." parau Nabila.
Papa Salman makin mengeratkan tangannya saat menuntun kedua wanita berharga dalam hidupnya memasuki tempat yang telah ditunjukan oleh salah satu petugas kepolisian.
Saat melihat kedua orang tua dan kakaknya datang, Rizky langsung berdiri dan menyalimi mereka. Disusul Papi Hary yang juga sudah berada disana lalu ikut berdiri dan membawa mereka untuk bertemu pelaku yang ingin mereka temui.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjanjian Dua Surga (END)
SpiritualitéCERITA INI SUDAH TERBIT DALAM BENTUK CETAK. KAMU BISA TEMUKAN PERJANJIAN DUA SURGA DI GRAMEDIA ATAU TOKO BUKU ONLINE, YAH ... ROMANCE- SPIRITUAL CERITA SEBUAH PERNIKAHAN YANG MEMILIKI DUA WANITA DI DALAMNYA JADIKAN AL-QUR'AN SEBAIK-BAIK BACAAN♥ Keaa...
