BAB 6 : HARAPAN

66.9K 7.2K 615
                                        

"Terus gantunglah setiap harapan dalam hidup mu hanya kepada Allah swt"

Mungkin dari semua tempat yang wanita itu kunjungi ini adalah tempat paling indah nomer satu dalam hidupnya. Mungkin.

Kini wanita cantik dengan gambaran seperti seorang bidadari itu sedang berjalan diantara sungai-sungai nan jernih dengan berbagai macam tumbuhan dan bunga-bunga indah yang harumnya memanjakan penglihatan juga penciumannya. Bahkan belum pernah ia lihat sebelumnya taman yang seindah ini.

Pakaiannyanya apakah ini pakaian terbaik dari desainer ternama? Ini sungguh sangat indah. Apa aku akan tinggal disini saja selamanya?- pikir wanita itu tersenyum.

Bahkan suara alunan gemericik air begitu terdengar dari sini. Wanita itu mengikuti suara gemericik air itu berasal.

MasyaAllah

Ini sungguh menakjubkan. Di depan matanya adalah pemandangan indah seperti negeri dongeng para princess Disney.

Mata air yang turun langsung dari pegunungan hijau yang sedikit berkabut, ini benar-benar wajib di abadikan karena seperti lukisan impian para seniman berbakat.

MasyaAllah

SubhanaAllah

AllahuAkbar

Tidak henti-hentinya bibir indah itu mengucapkan keagungannya kepada sang khaliq atas ciptaannya yang begitu sempurna luar biasa.

Kupu-kupu terbang cantik kearahnya. Kupu-kupu putih itu begitu elok. Hinggap ditangannya kemudian memasuki pintu yang berada di depannya.

Pintu emas dengan ukiran yang begitu sulit ia mengerti. Sangat indah bahkan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

Air mata sebening kristal jatuh dari pelupuk matanya. Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya. Wanita bersyukur bisa melihat semua kebesaran Nya. Sang pemilik hidup dan dan matinya.

Pintu itu terbuka menambah kesejukan ditempatnya berdiri. Cahaya putih menerpa wajahnya. Ini menyilaukan.

Sosok anak kecil laki-laki yang begitu menggemaskan keluar bersama seorang kakek tua yang terlihat gagah tidak menggambarkan orang itu seperti seorang kakek.

MasyaAllah itu kakeknya

"Kakek,-" lirih wanita cantik itu.

Kakek gagah berpakaian putih itu merentangkan tangannya. Wanita itu langsung berlari memeluknya. Menangis haru. Kakeknya. Kakenya ada di depan matanya dan memeluknya.

"Bundaaa,-'' panggil anak kecil yang tadi menggandeng kakeknya.

Menengok ke arah anak laki-laki yang wajahnya begitu bercahaya dan menggemaskan. Wanita tersenyum.

"Bundaa peluk ade juga,"

Entah mengapa wanita itu langsung saja memeluknya tanpa pikir panjang walaupun dirinya tak mengingat siapa anak kecil dipelukannya ini. Tapi tiba-tiba saja air matanya kembali mengalir di pipinya. Ia begitu merasakan sesak yang begitu menyakitinya saat memeluk tubuh mungil ini.

"Bunda ndak boleh menangis. Bundanya ade kuat," semangat anak kecil itu sambil mengecupi kedua mata nya.

Wanita itu terharu tapi tetap mengangguk.

"Siapa dia, Kek?"

"Dia putramu, nak."

"Putra?" dan wanita itu langsung mengingat anak di perutnya tetapi sudah kempes. Apakah anaknya sudah lahir?

Perjanjian Dua Surga (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang