"ARGH BANGSAT."
"PERGI AJA LO."
"DIANTARA BANYAK COWOK DI DUNIA KENAPA GUE SUKANYA SAMA LO????"
"JUNED ANJING."
Heyri menghela nafas berat. Kalau Rosie sudah begini tandanya memang ada yang tidak beres. "UDAH ROS TENANG." katanya menenangkan.
Rosie merengek sambil memukul meja di depannya. "Gue capek Ri." Rosie memandang Heyri dengan wajah yang di tekuk, "apa gue harus nyerah?" katanya sambil menempelkan pipinya ke meja. Namun sedetik kemudian Rosie berdiri, mengambil tas kecil yang ada di belakang kursinya, "gue mau balik aja."
"Naik apa? kan lo berangkat sama gue."
"Ok-jek." katanya berlalu meninggalkan Heyri.
"MASIH ADA DUA KELAS LAGI, ROSE."
Rosie menengok ke arah Heyri sambil menampilkan cengiran khasnya, "nitip absen ya Heyi sayang." katanya dan segera lari keluar sebelum Heyri menahannya.
Sumpah Rosie sedang tidak mood belajar hari ini. Ah,, bukan hari ini saja bahkan setiap hari. Tapi nggak tau kenapa hari ini rasanya males, dia ingin tidur seharian di rumah atau bahkan maraton drakor sampe subuh.
"Heh, Ros mau kemana lo?" Rosie tersentak kaget. Dia menoleh, ternyata ada Jaya berdiri di belakang dengan temannya. Rosie ingat namanya, kalo tidak salah dia Malik, si anak jurusan Hubungan Internasional yang di kenal dengan sikapnya yang manis kesemua orang.
"Hi, lo Malik ya?" Rosie melambaikan tangan. Malik tersenyum, "Loh, ko tau nama gue?"
Jaya menepuk pundak Malik, "Selain suka makan, Rosi juga suka ngapalin nama orang Lik." Malik menggaruk tekuknya yang tak gatal.
Rosie beralih menatap Jaya, "Lo mau balik Jay? nebeng dong." katanya sambil menampilkan puppy eyesnya.
"Tapi gue mau mampir dulu, laper." Jaya menoleh kearah Malik, "Ikut nggak lo?" Malik menggeleng, "Nggak Jay gue masih ada satu kelas."
"Yaudah duluan ya, Lik," Rosie segera menarik tangan Jaya pergi.
°°°
Rosie, Jaya dan Jefry sedang asik memakan burger. Mereka memang tidak sengaja bertemu Jefry yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Dan akhirnya mereka jadi makan bersama. Rosie dengan dua pangeran tampan di depannya. Bahkan ada beberapa cewek justru menatap iri ke arahnya. Rosie tidak peduli, selagi bukan Juned sih it's okay.
Rosie menelan paksa burger yang ada di mulutnya lalu meneguk minuman dengan cepat dan beralih menatap Jaya, "Jay kalo gebetan lo nggak ada kemajuan buat ngejalin hubungan yang serius, lo bakal gimana?" katanya serius sambil menunggu jawaban.
"Mungkin cara terbaik ya melepaskan." kata Jaya santai sambil menatap layar hapenya.
Rosie beralih menatap Jefry. "Kalo lo, gimana Jef?"
Jefry mengalihkan pandangannya ke luar, "Lo jangan tanya Jefry dia juga lagi ngalamin hal yang sama kaya lo, tapi bukan gara-gara si cewek yang nggak ada kemajuan dianya yang nggak ada kemajuan. Gue aja gemes sendiri, Ci." Rosie melebarkan matanya, "Serius Jef?" Jefry mengangkat bahunya bingung.
Jaya terbelalak kaget melihat notifikasi dari hapenya. "Anjing gue ada kelas tambahan, lo sama Jefry aja baliknya ya Ci." Jaya dengan cepat berlalu pergi meninggalkan Rosie dan Jefry.
Sementara itu Rosie menopang kan dagu di kedua tangannya. "Lo tau nggak si Jef rasanya mau nyerah tapi dia terus ngasih sinyal buat gue tetep bertahan." Kini Rosie menidurkan kepalanya di meja, matanya menatap jalanan di luar.
KAMU SEDANG MEMBACA
KOSAN BABEH
FanfictionKOSAN BABEH. Para Mahasiswa tentu sudah tidak asing lagi dengan Kosan yang satu ini. Selain banyak di gemari karena Babeh memiliki 4 putri cantik. Kosan ini juga dijuluki rumah untuk pulang. Rumah bagi mereka yang tidak tau rasa hangatnya sebuah rum...
